Macron Dorong Jalur Alternatif Selat Hormuz untuk Tekan Harga BBM

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Sep 2026, 09:24
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Presiden Prancis Emmanuel Macron. ANTARA/Xinhua/Gao Jing/am. Presiden Prancis Emmanuel Macron. ANTARA/Xinhua/Gao Jing/am. (Antara)

Ntvnews.id, Paris - Presiden Prancis Emmanuel Macron kembali mendorong pengembangan jalur alternatif untuk menggantikan ketergantungan terhadap Selat Hormuz. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga kelancaran pasokan energi sekaligus meredam tekanan terhadap harga bahan bakar.

Macron menilai upaya menjaga keamanan pasokan energi perlu berjalan beriringan dengan langkah menurunkan ketegangan di kawasan serta mencari rute alternatif bagi salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia.

“Menjamin pasokan energi kita dengan bekerja menuju deeskalasi dan mengembangkan jalur alternatif terhadap Selet Hormuz berarti mengurangi tekanan terhadap harga di pompa bensin,” kata Macron melalui platform media sosial X yang dikutip dari Anadolu Agency, Rabu, 16 September 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Macron ketika menerima Perdana Menteri Irak Ali Al-Zaidi di Paris. Kunjungan tersebut dinilai Macron menjadi momentum penting untuk memperkuat peran kedua negara dalam menjaga stabilitas kawasan.

Macron menilai keputusan Al-Zaidi memilih Prancis sebagai negara pertama yang dikunjungi dalam rangkaian lawatannya ke Eropa memperlihatkan adanya peluang bagi Paris dan Baghdad untuk berkontribusi dalam menjaga keseimbangan regional.

Baca Juga: Macron Tetap Bangga, Apresiasi Perjuangan Prancis Usai Gagal ke Final Piala Dunia 2026

“Bertindak demi stabilitas kawasan berarti membela kepentingan rakyat Prancis,” ujar Macron.

Selain isu energi, Macron juga menyoroti pentingnya peningkatan kerja sama pertahanan dan keamanan bersama negara-negara mitra. Kerja sama tersebut, kata dia, termasuk upaya bersama dalam menghadapi ancaman terorisme.

Macron menjelaskan bahwa kebijakan diplomasi Prancis di Timur Tengah berfokus pada dua kepentingan utama, yakni menjaga daya beli masyarakat dan melindungi keamanan warga. Menurutnya, dinamika keamanan di Timur Tengah memiliki konsekuensi langsung bagi Prancis, terutama terkait ketahanan energi dan pergerakan harga bahan bakar.

Perdana Menteri Irak Ali Al-Zaidi mengawali kunjungan resminya ke Prancis dan Jerman pada Minggu lalu. Dalam lawatan tersebut, Al-Zaidi memimpin delegasi pemerintah Irak yang terdiri dari sejumlah pejabat senior.

Otoritas Selat Teluk Persia (Persian Gulf Strait Authority/PGSA) Iran, lembaga yang bertanggung jawab atas lalu lintas maritim di Selat Hormuz, padmendatan, 23 Agustus 2026, mengumumkan bahwa kapal-kapal yang melanggar protokol Iran saat melintasi ja <b>(Antara)</b> Otoritas Selat Teluk Persia (Persian Gulf Strait Authority/PGSA) Iran, lembaga yang bertanggung jawab atas lalu lintas maritim di Selat Hormuz, padmendatan, 23 Agustus 2026, mengumumkan bahwa kapal-kapal yang melanggar protokol Iran saat melintasi ja (Antara)

Kunjungan tersebut bertujuan mempererat hubungan bilateral Baghdad dengan dua negara Eropa tersebut. Pemerintah Irak menyatakan agenda pembicaraan mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi, investasi, perdagangan, energi, industri hingga teknologi.

Selain kerja sama ekonomi, isu politik dan keamanan juga menjadi bagian dari agenda pertemuan selama kunjungan berlangsung. Baghdad ingin memastikan berbagai kesepahaman yang telah dicapai sebelumnya dapat diwujudkan menjadi kerja sama yang lebih nyata.

Pemerintah Irak juga berharap kunjungan tersebut mampu membuka peluang masuknya investasi Eropa dalam jumlah lebih besar. Investasi tersebut diharapkan dapat membantu pembangunan serta mendorong pengembangan sejumlah sektor strategis di Irak.

TERKINI

Load More
x|close