Bakal Ada Konser Ye Live in Jakarta 2026, Pramono: DKI Jadi Destinasi Wisata Musik Dunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Sep 2026, 10:13
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (Ntvnews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan konser Ye Live in Jakarta 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat.

Konser tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Pramono menilai kehadiran konser berskala internasional itu menjadi peluang bagi Jakarta untuk semakin dikenal sebagai destinasi wisata musik dunia.

"Pemerintah DKI Jakarta siap memberikan dukungan sepenuhnya. Baik yang berkaitan dengan perhubungan, ekonomi kreatif, maupun Satpol PP, kami libatkan supaya semuanya total football untuk membantu kelancaran jalannya Ye Live di Jakarta," ujarnya dalam konferensi pers Ye Live in Jakarta di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Selasa, 15 September 2026.

Pramono menyebut Jakarta mendapat kesempatan menjadi satu-satunya kota di kawasan Asia Tenggara dan Oseania yang dipilih sebagai lokasi konser Ye dalam rangkaian turnya tahun ini.

Menurutnya, momentum tersebut tidak boleh hanya dilihat sebagai penyelenggaraan konser. Kehadiran ribuan penonton dari dalam maupun luar negeri dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai potensi Jakarta.

"Ini adalah momen yang sangat membanggakan. Karena konser besar, baik di Asia Tenggara maupun Oseania, dipilih ada di Jakarta. Kalau kita tidak memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya, kita sendiri yang rugi," ujarnya.

Pemprov DKI pun menyiapkan berbagai dukungan agar penyelenggaraan konser berjalan aman dan lancar, termasuk dari sisi transportasi, ketertiban, serta ekonomi kreatif.

Tantangan lain yang menjadi perhatian Pemprov DKI adalah jadwal konser Ye yang berdekatan dengan Jakarta Running Festival. Ajang lari tersebut diperkirakan diikuti sekitar 35.000 hingga 38.000 pelari.

Kondisi itu berpotensi meningkatkan aktivitas dan kepadatan masyarakat di Jakarta. Karena itu, Pramono telah meminta Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan skema pengaturan transportasi dan lalu lintas sejak jauh-jauh hari.

"Kita akan atur transportasi yang memudahkan bagi penonton. Sebab, kalau tidak, pasti ada yang terganggu, apakah maratonnya atau konsernya. Sehingga nanti kami akan bantu," imbuhnya.

Pramono menilai penyelenggaraan konser internasional merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem Jakarta sebagai kota global. Berbagai kegiatan internasional dinilai dapat memperkuat sektor pariwisata sekaligus membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif.

Pada semester pertama 2026, Jakarta mencatat 8,82 juta kunjungan wisatawan nusantara dan 1,04 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Jumlah tersebut meningkat 8,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Berbagai kegiatan yang akan kita adakan, apakah itu konser yang akan diadakan ini dan yang lain-lain, kami membuka diri dengan memberikan dukungan sepenuhnya agar berjalan dengan baik. Jakarta ini akan menjadi semakin berwarna dan ramah terhadap berbagai aktivitas yang ada," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya konektivitas transportasi publik untuk menopang pertumbuhan pariwisata Jakarta.

Salah satu proyek yang tengah didorong adalah LRT Jakarta lintas Kelapa Gading-Manggarai. Pemprov DKI juga berencana melanjutkan pengembangan konektivitas dari Manggarai menuju Dukuh Atas serta sejumlah koridor lainnya.

"Kalau itu sudah tersambungkan, transportasi di Jakarta relatif sudah terkoneksi dengan baik. Saya yakin pariwisatanya juga insyaallah akan meningkat," imbuhnya.

Sementara, Marketing and Communications Lead Rawvision Collective, Karen Chahya, mengatakan minat terhadap konser Ye Live in Jakarta 2026 terlihat sejak penjualan tiket dibuka.

Dalam 24 jam pertama, sebanyak 52,8 persen pembelian tiket tercatat berasal dari penggemar yang berada di 73 negara.

Penyelenggara juga memproyeksikan lebih dari 15.000 wisatawan mancanegara datang ke Jakarta untuk menyaksikan konser tersebut. Mereka antara lain berasal dari Australia, Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Thailand, Hong Kong, Jepang, Inggris, Jerman, Vietnam, dan Selandia Baru.

Menurut Karen, kedatangan wisatawan mancanegara tidak hanya memberikan dampak terhadap industri musik. Pergerakan mereka juga berpotensi menggerakkan sektor hotel, transportasi, kuliner, pusat perbelanjaan, hingga destinasi wisata.

"Ketika musik menjadi alasan orang datang, kehadiran mereka kemudian ikut menggerakkan ekosistem pariwisata dan ekonomi lokal. Di situlah kami melihat potensi music tourism," ucapnya.

Konser Ye Live in Jakarta 2026 juga akan menghadirkan konsep panggung 360 derajat bertajuk The Vultures Global Stage, yang dirancang memberikan pengalaman berbeda bagi penonton dari berbagai kategori.

Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana turut mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan Ye Live in Jakarta 2026, termasuk Pemprov DKI Jakarta.

Menurut Widiyanti, konser berskala internasional memiliki efek berganda terhadap perekonomian karena melibatkan banyak sektor dalam ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Event seperti ini dipercaya mampu mengaktifkan rantai ekonomi ekosistem pariwisata kita. Dampak ekonomi bisa kita lihat dari nilai pembelian tiket, penyewaan sarana dan prasarana tempat konser, aktivitas produksi oleh vendor dan pelaku industri konser musik, kuliner, hingga menciptakan lapangan kerja," jelas Widiyanti.

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Kementerian Pariwisata telah memberikan dukungan kepada 105 kegiatan melalui program Event by Indonesia.

Berdasarkan kajian dampak, berbagai kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 6,47 juta pengunjung, 11.000 UMKM, serta 184.000 pekerja seni dan komunitas. Rangkaian kegiatan itu diperkirakan menghasilkan perputaran uang hingga Rp1,09 triliun.

x|close