Menhan Israel Usul Turki Tampung Anggota Hamas dari Gaza

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Sep 2026, 10:22
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Pejuang Hamas Ilustrasi - Pejuang Hamas (Antara)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengusulkan agar Turki menerima anggota Hamas yang berada di Jalur Gaza. Ia juga kembali menyuarakan gagasan pemindahan seluruh sekitar dua juta warga Gaza yang banyak kehilangan tempat tinggal akibat serangan militer Israel.

Dilansir dari AFP, Minggu, 20 September 2026, pernyataan Katz disampaikan ketika hubungan Israel dan Turki kembali mengalami ketegangan. Katz selama ini dikenal kerap mengeluarkan pernyataan yang tegas dan kontroversial.

"Israel akan terus bertindak untuk mencapai tujuan keamanannya dan memastikan agar ancaman seperti 7 Oktober tidak akan terulang kembali," kata Katz dalam pernyataan via media sosial X, merujuk pada serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang Gaza.

Katz kemudian menyampaikan usulan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan agar menerima warga Gaza yang disebutnya sebagai saudara seiman.

Katz menambahkan jika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan "ingin membantu saudara-saudara seiman dan seperjuangannya di Gaza biarkan dia mengajak mereka untuk pindah ke Antalya".

Baca Juga: Hamas Minta AS Tekan Netanyahu untuk Sepakati Roadmap Perdamaian Gaza

"Banyak ruang tersedia di sana seiring absennya wisatawan Israel," sebutnya.

Antalya merupakan kota pesisir Turki yang dikenal sebagai salah satu pusat pariwisata utama negara tersebut. Sebelum hubungan kedua negara memburuk, kota itu menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan Israel.

Turki tercatat sebagai negara mayoritas Muslim pertama yang mengakui Israel. Namun, Presiden Erdogan kemudian menjadi salah satu pengkritik keras kebijakan Israel dan memberikan ruang bagi sejumlah pemimpin Hamas untuk berada di Istanbul.

Warga Palestina berjalan melewati puing-puing bangunan yang hancur setelah kembali ke Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, pada 12 Oktober 2025. Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada hari Jumat. ANTARA/Xinhua/Rizek Ab <b>(Antara)</b> Warga Palestina berjalan melewati puing-puing bangunan yang hancur setelah kembali ke Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, pada 12 Oktober 2025. Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada hari Jumat. ANTARA/Xinhua/Rizek Ab (Antara)

Ketegangan Ankara dan Tel Aviv semakin meningkat setelah Israel pada Agustus lalu melakukan pemboman terhadap sebuah pangkalan udara di wilayah utara Suriah. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Turki berusaha membangun kehadiran militernya di wilayah tersebut.

Di sisi lain, pemerintah Turki berupaya mengeluarkan peringatan Interpol terhadap Netanyahu terkait tuduhan melakukan "genosida".

Katz sebelumnya pada Rabu, 16 September 2026, mengatakan sekitar 70 persen wilayah Gaza telah dikosongkan dari penduduk. Ia menyebut militer Israel siap untuk "menyelesaikan tugasnya agar kami juga dapat melaksanakan rencana migrasi".

Pada awal September, Katz juga menyatakan Israel siap memindahkan warga Palestina dari Gaza melalui jalur darat maupun laut. Namun, menurutnya, pelaksanaan rencana tersebut masih menunggu keputusan dari sekutu dekat Israel, Amerika Serikat (AS).

Katz mengatakan Israel dan AS tengah membahas lokasi yang akan menjadi tujuan pemindahan warga Gaza. Ia menegaskan bahwa rencana tersebut disebut sebagai pemindahan secara sukarela.

TERKINI

Menhan Israel Usul Turki Tampung Anggota Hamas dari Gaza

Luar Negeri Minggu, 20 Sep 2026 | 10:22 WIB

Diserang Hiu Saat Berenang, Seorang Pria Langsung Tewas

Luar Negeri Minggu, 20 Sep 2026 | 10:12 WIB

Salah Putar Lagu Kebangsaan Korut, Korsel Geram di Asian Games

Luar Negeri Minggu, 20 Sep 2026 | 09:52 WIB

Trump Sebut 3 Media Sebagai Penyebar Hoax

Luar Negeri Minggu, 20 Sep 2026 | 09:52 WIB

Iran Eksekusi Mati Lagi Pria yang Jadi Mata-mata Israel

Luar Negeri Minggu, 20 Sep 2026 | 09:43 WIB

Bom Bunuh Diri Guncang Markas Polisi Pakistan, 31 Orang Tewas

Luar Negeri Minggu, 20 Sep 2026 | 09:28 WIB

Momen Langka, Trump Akan Sambut Xi Jinping di Bandara AS

Luar Negeri Minggu, 20 Sep 2026 | 09:23 WIB
Load More
x|close