Kapal Fregat AS Diserang Rudal di Selat Hormuz

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mei 2026, 10:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Unit-unit angkatan laut Iran dan Rusia melakukan simulasi penyelamatan kapal yang dibajak selama latihan gabungan di Pelabuhan Bandar Abbas, dekat Selat Hormuz, Hormozgan, Iran, Kamis (19/2/2026). /ANTARA/HO-Iranian Navy/Joint Military Ex Ilustrasi - Unit-unit angkatan laut Iran dan Rusia melakukan simulasi penyelamatan kapal yang dibajak selama latihan gabungan di Pelabuhan Bandar Abbas, dekat Selat Hormuz, Hormozgan, Iran, Kamis (19/2/2026). /ANTARA/HO-Iranian Navy/Joint Military Ex (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Sebuah kapal fregat Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan menjadi sasaran serangan rudal di Selat Hormuz pada Senin, 4 Mei 2026 menurut laporan media Iran.

Kantor berita Fars News Agency menyebut pasukan Iran menyerang kapal fregat tersebut setelah kapal itu disebut mengabaikan peringatan dari angkatan laut Iran.

"Kapal fregat, yang berlayar melanggar aturan navigasi dan keselamatan maritim di dekat (pelabuhan) Jask, menjadi sasaran serangan rudal setelah mengabaikan peringatan dari angkatan laut Iran," demikian laporan Fars tanpa menyebutkan sumber.

"Kapal fregat AS yang terkena serangan tidak dapat melanjutkan perjalanannya dan terpaksa kembali dan meninggalkan daerah tersebut," lanjut laporan itu, dikutip AFP.

Baca Juga: 5 Petugas Dishub Palembang Dipecat Usai Razia Ilegal Berujung Kecelakaan Beruntun

Jask berada di wilayah selatan Iran, sekitar 200 kilometer dari Selat Hormuz yang memisahkan Semenanjung Arab dengan Iran. Namun, lokasi pasti dugaan serangan rudal tersebut tidak dijelaskan lebih lanjut dalam laporan.

Hingga kini belum ada konfirmasi independen terkait insiden tersebut. Meski demikian, CENTCOM membantah laporan tersebut melalui pernyataan di platform X.

"Tidak ada kapal Angkatan Laut AS yang terkena serangan," demikian pernyataan CENTCOM.

Arsip foto - Selat Hormuz. ANTARA/Anadolu Agency/pri. <b>(Antara)</b> Arsip foto - Selat Hormuz. ANTARA/Anadolu Agency/pri. (Antara)

Sebelumnya, Presiden Donald Trump menyatakan militer AS akan mulai mengawal kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz selama masa blokade berlangsung.

Di sisi lain, Iran telah memperingatkan bahwa pasukan AS akan menjadi target serangan apabila mendekati kawasan selat tersebut. Sejak awal konflik, Iran disebut hanya mengizinkan sejumlah kecil kapal melintasi jalur strategis itu.

x|close