Ntvnews.id, Jakarta - Delapan pelajar hanyut di Sungai Bioa Maceak, Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong, Bengkulu pada Senin, 4 Mei 2026 sore. Tiga di antaranya meninggal dunia.
"Lima selamat dan tiga lainnya meninggal dunia karena terbawa arus sungai," ujar Kapolsek Lebong Utara, Iptu Muhamad Mico, Selasa, 5 Mei 2026.
Mulanya, para pelajar yang merupakan siswa kelas XI SMAN 1 Lebong itu, datang ke lokasi pada sore hari untuk bermain dan mandi di sungai. Saat mereka berada di aliran sungai, hujan deras turun.
Hal itu membuat air bah secara tiba-tiba, mengalir. Akibatnya, lima pelajar sempat terseret arus sungai. Sejumlah pelajar sempat berupaya memberikan pertolongan kepada rekan-rekannya dari derasnya aliran air sungai.
Upaya tersebut berhasil menyelamatkan sejumlah orang pelajar. Tapi, tiga pelajar lainnya tak bisa diselamatkan dan hanyut terbawa arus.
Setelah menerima laporan, sejumlah pihak terkait, dibantu masyarakat, langsung ke lokasi untuk melakukan pencarian dan penyelamatan.
Proses ini dipimpin oleh Kapolres Lebong AKBP Agoeng Ramadhani, dengan cara menyisir aliran sungai yang saat itu masih deras arusnya.
"Kita melakukan pencarian bersama tim gabungan, korban yang ditemukan langsung dievakuasi, sedangkan untuk korban selamat juga sebelumnya dibawa ke RSUD Lebong untuk mendapatkan penanganan medis," kata Kapolsek.
Lima pelajar yang selamat antara lain Farhan, Carisa, Tegar, Salsal, dan Wawa. Mereka saat ini mendapatkan perawatan medis. Sementara tiga pelajar yang meninggal dunia yaitu, Fira, Aulia, dan Fahri.
Pelajar di Bengkulu tewas usai berenang di sungai. (Instagram @bengkuluinfo)