Ntvnews.id, Jakarta - Isu dugaan pelanggaran etika kembali mengguncang ruang publik setelah beredarnya percakapan tidak pantas yang menyeret nama seorang Guru Besar dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung. Kasus ini mencuat dari unggahan viral di media sosial Threads yang kemudian menyebar luas dan memicu perhatian publik.
Konten tersebut pertama kali diunggah oleh akun X @draftanakunpad4 dalam bentuk tangkapan layar percakapan. Dari unggahan itu, terlihat dugaan komunikasi yang dinilai tidak profesional antara seorang guru besar dengan mahasiswi asing yang tengah mengikuti program pertukaran pelajar di Unpad.
Berdasarkan informasi yang beredar, oknum akademisi tersebut disebut berulang kali menghubungi mahasiswi tersebut melalui pesan pribadi. Percakapan yang tersebar memuat permintaan yang dianggap tidak relevan dengan hubungan akademik, bahkan cenderung bersifat pribadi.
"I need your photo, When Swim in the Phuket beach, wearing bikini," (Saya butuh fotomu saat berenang di pantai Phuket, memakai bikini) bunyi salah satu pesan yang beredar, dikutip pada Kamis, 16 April 2026.
Baca Juga: 16 Mahasiswa FH UI Diskors hingga 30 Mei 2026, Dilarang Ikut Kuliah dan Aktivitas Kampus
Permintaan tersebut langsung ditolak oleh mahasiswi yang bersangkutan. Ia menegaskan tidak bersedia memberikan foto pribadi dengan konten seperti yang diminta. Namun demikian, penolakan itu tidak menghentikan komunikasi dari pihak yang diduga sebagai pelaku.
Dalam percakapan berikutnya, oknum tersebut justru terus mencoba mendekati korban dengan berbagai dalih, termasuk menawarkan cara untuk mengurangi tekanan akademik. Ia bahkan menyarankan konsumsi minuman beralkohol dan melibatkan pihak lain untuk mengambil foto.
"Yes, please drink more Brandy and then swim, this is saturday night, better to fly. All academic stressful task would go out," (Ya, silakan minum lebih banyak brandy lalu berenang, ini malam Sabtu, lebih baik bersenang-senang. Semua tugas akademik yang membuat stres akan hilang) katanya.
Tindakan tersebut menuai kecaman karena dinilai sebagai bentuk pendekatan yang tidak etis, terlebih dilakukan oleh seorang akademisi dengan posisi tinggi. Situasi semakin memanas ketika komunikasi tetap berlanjut meski korban telah menyampaikan penolakan secara tegas.
Baca Juga: 4 Warung di Kabupaten Tegal Ludes Terbakar
"I miss you, how are you?" (Aku merindukanmu, bagaimana kabarmu?) bunyi pesan lainnya.
"I am still waiting your bikini style," (Saya masih menunggu gaya bikinimu) tambahnya.
Permintaan serupa disebut kembali disampaikan dengan nada yang menunjukkan ekspektasi agar korban memenuhi keinginan tersebut. Kondisi ini membuat korban merasa tidak nyaman dan terganggu.
Akhirnya, mahasiswi tersebut mengambil langkah tegas dengan memblokir akun pelaku saat dirinya masih berada di Indonesia. Tidak berhenti di situ, kasus ini kemudian dilaporkan kepada pihak kampus melalui salah satu dosen, disertai bukti percakapan sebagai pendukung.
Korban juga memberikan persetujuan agar bukti tersebut dipublikasikan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya membuka dugaan pelanggaran etika profesional di lingkungan akademik.
Sorotan publik semakin menguat setelah beredar tangkapan layar dari akun resmi fakultas yang sebelumnya mengunggah ucapan selamat atas pengukuhan sosok tersebut sebagai Guru Besar pada Selasa, 14 April 2026.
Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi perhatian luas dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak terkait.
Universitas Padjajaran (Unpad). (Antara)