AS Percepat Penjualan Senjata ke Sekutu Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Mei 2026, 05:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi senjata rudal/ist Ilustrasi senjata rudal/ist

Ntvnews.id, Washington D.C - Amerika Serikat menyetujui penjualan senjata senilai US$8,6 miliar atau sekitar Rp148,8 triliun kepada sejumlah sekutunya di Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Israel melawan Iran.

Dilansir dari Al Arabiya, Senin, 4 Mei 2026, persetujuan itu diberikan setelah Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menetapkan status "kondisi darurat" guna mempercepat distribusi persenjataan tanpa harus melalui proses peninjauan Kongres AS terlebih dahulu.

Israel serta negara-negara Teluk dilaporkan menghadapi rentetan serangan rudal dan drone dari Iran sejak perang pecah pada akhir Februari. Situasi tersebut disebut menguras stok persenjataan buatan AS dan memberi tekanan besar pada sistem pertahanan udara negara-negara sekutu Washington.

Paket penjualan itu mencakup pengiriman sistem senjata presisi canggih APKWS beserta perlengkapan pendukung ke Israel senilai US$992 juta. Selain itu, Kuwait memperoleh persetujuan pembelian sistem komando pertempuran dengan nilai mencapai US$2,5 miliar.

Baca Juga: Kenapa AS Tak Berani Serang Korut Meski Miliki Senjata Nuklir?

Sementara itu, Qatar disetujui membeli sistem APKWS dan melakukan pembaruan sistem pertahanan udara serta rudal Patriot dengan total biaya hampir US$5 miliar. Adapun Uni Emirat Arab memperoleh izin pembelian APKWS senilai US$148 juta.

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS menyatakan telah menyerahkan rincian terkait situasi darurat yang mendasari percepatan penjualan senjata tersebut "demi kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat, dengan melewati proses peninjauan kongres yang diuraikan dalam Undang-Undang Pengendalian Ekspor Senjata."

Ilustrasi senjata perang. /ANTARA/Anadolu/py. <b>(Antara)</b> Ilustrasi senjata perang. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Sistem Patriot diketahui digunakan untuk mencegat rudal atau proyektil yang datang dan termasuk salah satu perangkat pertahanan paling canggih milik militer AS. Sementara APKWS berfungsi mengubah roket tanpa pemandu menjadi amunisi berpemandu presisi.

"Sistem komando pertempuran untuk Kuwait akan meningkatkan kemampuan deteksi pertahanan udara negara itu dengan radar," kata Departemen Luar Negeri AS.

Sebelumnya pada Maret lalu, Departemen Luar Negeri AS juga telah menyetujui penjualan senjata senilai US$16,5 miliar kepada UEA, Kuwait, dan Yordania.

x|close