Ntvnews.id , Jakarta - Kementerian Transmigrasi membuka peluang pemanfaatan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi untuk sektor pertambangan, mulai dari batu bara hingga logam tanah jarang (LTJ), sebagai upaya mendorong lahirnya pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah.
Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyampaikan bahwa potensi tersebut ditemukan berdasarkan hasil penelitian yang melibatkan sekitar 2.000 peneliti.
“Dari hasil penelitian 2 ribu peneliti kemarin, ada juga terkait dengan tambang seperti batu bara. Kalau di Mamuju (Sulawesi Barat) itu ada logam tanah jarang. Itu juga kami potensikan,” ujar Iftitah dalam konferensi pers usai pertemuan dengan SKK Migas di Jakarta, Senin 4 Mei 2026.
Ia menegaskan bahwa saat ini pihaknya tengah fokus membangun titik-titik pertumbuhan ekonomi baru, sehingga masyarakat yang direlokasi melalui program transmigrasi dapat memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak.
Baca Juga: Menteri Transmigrasi Iftitah Terima Anugerah Bakti Nusantara 2025 Kategori Penggerak Ekonomi
“Jadi ada produktivitasnya. Bukan sekadar dipindahkan, kemudian setelah itu diserahkan kepada masyarakat,” ucap Iftitah.
Selain sektor tambang, pemerintah juga melihat peluang pemanfaatan lahan transmigrasi untuk pengembangan perkebunan seperti kelapa sawit dan tebu.
Hal ini bertujuan mendukung pengembangan energi terbarukan, khususnya biofuel seperti bioetanol.
Menurut Iftitah, konsep transmigrasi ke depan tidak lagi terbatas pada sektor pangan atau pertanian semata.
Pemerintah ingin mengoptimalkan sekitar 3,2 juta hektare HPL transmigrasi yang dimiliki negara agar dapat disesuaikan dengan potensi ekonomi di masing-masing daerah.
“Dengan demikian, hari ini pula adalah babak penting dari proses transformasi transmigrasi. Alhamdulillah kita bisa mencetak pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ucap Iftitah.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Kementerian Transmigrasi dan SKK Migas untuk pengembangan potensi 13 sumur minyak dan gas bumi (migas) baru di wilayah HPL transmigrasi Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Baca Juga: Purbaya Ngakak Dengar Kelakar Kepala SKK Migas: Sudah Ngomong, Belum Diputuskan
SKK Migas mengungkapkan bahwa cadangan minyak dari 13 sumur tersebut diperkirakan mencapai 0,96 juta barel atau hampir 1 juta barel, serta cadangan gas sebesar 11,64 miliar kaki kubik.
Di luar proyek tersebut, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga saat ini telah mengelola sebanyak 79 sumur migas yang berada di kawasan HPL transmigrasi Samboja.
(Sumber: Antara)
Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam konferensi pers Pertemuan Kepala SKK Migas dengan Menteri Transmigrasi di Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta, Senin 4 Mei 2026. ANTARA/Putu Indah Savitri/am. (Antara)