Kenapa AS Tak Berani Serang Korut Meski Miliki Senjata Nuklir?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mei 2026, 15:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kedua kiri) menghadiri upacara peluncuran kapal selam tempur nuklir taktis pertama di Korea Selatan, Rabu, 6 September 2023. Tugas pertama kapal selam nuklir itu adalah berpatroli di perairan antara Semenanjung Korea Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kedua kiri) menghadiri upacara peluncuran kapal selam tempur nuklir taktis pertama di Korea Selatan, Rabu, 6 September 2023. Tugas pertama kapal selam nuklir itu adalah berpatroli di perairan antara Semenanjung Korea (Antara)

Ntvnews.id, Pyongyang - Amerika Serikat selama ini dinilai tidak pernah berani menyerang Korea Utara (Korut), meskipun negara tersebut diketahui mengembangkan senjata nuklir dan menjadi salah satu dari sembilan negara pemilik senjata pemusnah massal di dunia.

Situasi itu dinilai berbeda dengan Iran yang justru diserang AS dengan tuduhan tengah mengembangkan program nuklir.

Pada 2018 lalu, pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un pernah menyampaikan dalam pidato tahun baru yang disiarkan televisi bahwa Amerika Serikat tidak akan berani memulai perang dengan negaranya.

Menurut Kim, kemampuan nuklir Korea Utara telah membuat AS berpikir ulang karena negaranya kini mampu menyerang wilayah Amerika Serikat.

"Seluruh wilayah Amerika Serikat sekarang berada dalam jangkauan senjata nuklir kita, dan tombol senjata nuklir itu ada di meja saya. Ini adalah realitas, bukan ancaman," ujar Kim Jong Un dalam pidato Tahun Baru di televisi.

Baca Juga: Trump Sebut Aksi AL AS “Seperti Perompak” di Tengah Ketegangan dengan Iran

"Tahun ini kami berkonsentrasi mengembangkan kepala nuklir dan rudal balistik untuk bisa dikerahkan," tambah Kim.

Ia juga menegaskan bahwa persenjataan tersebut hanya akan digunakan dalam kondisi tertentu.

"Senjata-senjata ini hanya akan digunakan jika keamanan kami terancam."

Sementara itu, laman Bulletin of the Atomic Scientists memaparkan sejumlah alasan mengapa AS dinilai kesulitan menghadapi Korea Utara.

Arsip foto - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri Rapat Pleno ke-10 Komite Sentral ke-8 Partai Pekerja Korea di Pyongyang, Korea Utara, dalam foto tak bertanggal yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat resmi Korea Utara, 2 Juli 2024. ANTARA/KCNA <b>(Antara)</b> Arsip foto - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri Rapat Pleno ke-10 Komite Sentral ke-8 Partai Pekerja Korea di Pyongyang, Korea Utara, dalam foto tak bertanggal yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat resmi Korea Utara, 2 Juli 2024. ANTARA/KCNA (Antara)

Pertama, Amerika Serikat disebut tidak memiliki pengaruh ekonomi yang cukup kuat untuk secara efektif menekan Korea Utara.

Kedua, keunggulan nuklir AS atas Korut justru membuat Kim Jong Un menganggap senjata nuklir sebagai elemen penting bagi kelangsungan rezimnya.

Korea Utara juga dinilai berupaya tetap menunjukkan keteguhan dalam menghadapi berbagai krisis agar tidak dianggap lemah. Sikap tersebut membuat Pyongyang mampu menolak tekanan dari negara-negara lawan yang memiliki kekuatan lebih besar.

Dengan kondisi itu, Korea Utara dinilai memiliki posisi tawar yang membuatnya tidak mudah tunduk terhadap Amerika Serikat.

x|close