Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat, dicopot. Ini buntut penilaian juri tersebut yang keliru dan videonya viral di media sosial.
Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, mengaku turut kecewa dengan keputusan juri yang saat memberikan penilaian kepada peserta yang merupakan siswa SMA Negeri 1 Pontianak.
Padahal, kata dia, siswa tersebut telah memberikan jawaban yang benar terkait mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), baik secara konstitusional maupun normatif. Tapi, jawaban itu justru dinyatakan salah oleh juri.
"Adik-adik kami di SMA Negeri 1 Pontianak telah memberikan jawaban terkait mekanisme pemilihan anggota BPK yang jawabannya baik secara konstitusional maupun normatif benar, namun kemudian oleh juri dinyatakan salah," ujar Rifqinizamy dikutip dari akun Instagramnya @bang.rifqi.mrk, Selasa, 12 Mei 2026.
Baca Juga: MPR Minta Maaf soal Polemik LCC Empat Pilar di Kalbar, Juri dan MC Dinonaktifkan
Rifqinizamy memandang, kontroversi kian mencolok karena kelompok dari sekolah lain memberikan jawaban yang sama persis, namun dinyatakan benar oleh dewan juri.
Akibat kejadian itu, Rifqinizamy mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Biro Persidangan MPR RI selaku penanggung jawab kegiatan.
Ia meminta MPR RI segera menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara terbuka kepada publik.
"Saya meminta segera dibuat klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara terbuka. Bagaimanapun institusi MPR sebagai penanggung jawab kegiatan ini harus meminta maaf kepada publik," jelas dia.
Bagi Rifqinizamy, LCC Empat Pilar selama ini menjadi salah satu program yang mendapat apresiasi masyarakat karena menjadi sarana sosialisasi nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. Atas itu dirinya menyayangkan insiden tersebut justru mencederai upaya yang telah dibangun MPR RI selama ini.
Baca Juga: Geger Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI, Alasan Artikulasi Bikin Warganet Murka
"Sayang sekali hanya karena peristiwa lomba cerdas cermat tingkat final di Kalimantan Barat ini, ikhtiar yang dilakukan anggota MPR maupun institusi MPR menjadi terciderai," tuturnya.
Di samping meminta klarifikasi dari MPR RI, Rifqinizamy juga mendesak juri yang memberikan penilaian kontroversial untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf secara terbuka.
Dirinya bahkan meminta agar juri tersebut tak lagi dilibatkan dalam kegiatan serupa di masa mendatang.
"Kami meminta kepada MPR RI untuk mem-blacklist juri tersebut agar tidak lagi digunakan. Ini preseden buruk dan apa pun alasannya mencederai intelektualitas serta nilai-nilai konstitusionalisme yang kita anut selama ini," pungkasnya.
Lomba Cerdas Cermat MPR RI (Instagram)