Geger Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI, Alasan Artikulasi Bikin Warganet Murka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mei 2026, 09:41
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Lomba Cerdas Cermat MPR RI Lomba Cerdas Cermat MPR RI (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat mendadak menjadi sorotan luas di media sosial. Polemik bermula dari keputusan dewan juri yang dinilai tidak konsisten saat memberikan penilaian kepada dua peserta dengan jawaban yang dianggap memiliki substansi serupa.

Video momen tersebut cepat menyebar di Instagram, TikTok, hingga X. Perdebatan publik pun meluas setelah alasan “artikulasi” dipakai untuk menjelaskan perbedaan penilaian yang sangat jauh antara dua tim peserta.

Insiden itu terjadi dalam babak final LCC Empat Pilar MPR RI di Pontianak, Sabtu (9/5/2026). Pada sesi rebutan, peserta mendapat pertanyaan mengenai proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab bahwa DPR memilih anggota BPK dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan oleh Presiden. Namun jawaban tersebut justru membuat tim menerima pengurangan nilai minus 5 dari dewan juri.

Tak lama kemudian, pertanyaan dengan substansi serupa diberikan kepada Regu B dari SMAN 1 Sambas. Jawaban yang dinilai netizen memiliki inti sama justru diganjar nilai sempurna 10. Perbedaan penilaian itu langsung memicu protes dari Regu C yang merasa dirugikan. Meski demikian, dewan juri tetap mempertahankan keputusan mereka.

Baca Juga: Prancis Konfirmasi Kasus Hantavirus Pertama

Salah satu juri, Indri Wahyuni, menjelaskan bahwa perbedaan nilai terjadi karena artikulasi peserta dari SMAN 1 Pontianak dianggap kurang jelas sehingga jawaban dinilai tidak lengkap.

Penjelasan tersebut justru memantik gelombang kritik baru di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan bagaimana persoalan artikulasi bisa berujung pada selisih nilai yang sangat drastis, dari minus 5 menjadi 10.

Tak sedikit pula yang menyindir bahwa perlombaan itu terlihat lebih menitikberatkan pada pelafalan ketimbang pemahaman materi kebangsaan. Tagar terkait polemik tersebut bahkan sempat ramai diperbincangkan dan memicu tuntutan agar sistem penilaian lomba dievaluasi secara terbuka.

"Nyalahin artikulasi. Itu Cerdas Cermat atau Indonesian Idol?" sindir Fiersa Besari di akun X miliknya.

"Kok bisa jurinya orang tidak qualified dan bermutu padahal ini event nasional, mereka telah merusak mental anak anak peserta, sungguh memalukan itu juri yang memberi nilai -5 dan yang bilang artikulasi," kritik @sri_gunadi.

Baca Juga: 6 Jenazah Ditemukan di Gerbong Kereta Barang, Polisi Selidiki Penyebabnya

Tanggapan MPR RI

Polemik yang terus membesar akhirnya mendapat tanggapan dari pihak MPR RI. Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengakui adanya kekurangan dalam pelaksanaan lomba tersebut.

"Kami akan evaluasi sistem perlombaan, kinerja juri, teknis tata suara, hingga mekanisme banding agar kejadian seperti ini tidak terulang," ujarnya.

Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah juga menyebut pihaknya sedang melakukan penelusuran internal. Evaluasi disebut mencakup mekanisme penilaian, kejelasan artikulasi, sistem verifikasi jawaban, hingga penanganan keberatan peserta.

Polemik ini turut dikaitkan dengan gangguan teknis speaker di lokasi acara yang disebut membuat suara peserta kurang terdengar jelas. Di tengah kontroversi yang terus bergulir, SMAN 1 Sambas akhirnya keluar sebagai juara dan dipastikan mewakili Kalimantan Barat ke tingkat nasional.

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI sendiri merupakan ajang edukasi kebangsaan yang bertujuan mengenalkan nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada generasi muda.

Namun di media sosial, kasus ini justru ramai dianggap bertolak belakang dengan nilai keadilan dan sportivitas yang seharusnya dijunjung dalam kompetisi pendidikan tersebut.

x|close