AHY: Nelayan Terdampak Proyek Giant Sea Wall Akan Direlokasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Mei 2026, 15:54
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
AHY AHY (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah terus mematangkan rencana pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa di pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan bahwa nelayan yang terdampak proyek ini akan direlokasi dengan pendekatan peningkatan kesejahteraan.

Menurutnya, relokasi bukan sekadar pemindahan tempat tinggal, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat pesisir.

"Ini tentunya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraannya bukan untuk menggusur tanpa tujuan apalagi membuatnya lebih sengsara," ucap AHY dalam Kick-off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 4 Mei 2026.

Baca Juga: AHY: Jakarta dan Semarang Alami Penurunan Muka Tanah Terparah

AHY di Kick-Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu. <b>(Ntvnews.id/Adiansyah)</b> AHY di Kick-Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu. (Ntvnews.id/Adiansyah)

"Justru dengan ini kita berharap kesejahteraan nelayan itu semakin baik, nilai tukar nelayan semakin tinggi dan pada akhirnya semakin banyak masyarakat termasuk anak-anak muda kita yang terserap ke lapangan pekerjaan di luar dari profesi nelayan," sambungnya.

Pemerintah akan mengintegrasikan proyek Giant Sea Wall dengan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Melalui langkah ini, kawasan pesisir Pantura akan direvitalisasi agar lebih tertata, produktif, dan berkelanjutan.

"Kampung Nelayan Merah Putih dengan revitalisasi lahan yang ada di Pantura dan yang terakhir tentunya kita berharap adalah penjajakan investor karena ini akan membutuhkan anggaran yang besar," ungkapnya.

AHY juga menyoroti besarnya kebutuhan anggaran dalam pembangunan Giant Sea Wall. Ia menegaskan bahwa pembiayaan proyek tidak hanya bergantung pada APBN atau APBD, tetapi akan melibatkan berbagai skema inovatif.

x|close