Ntvnews.id, Jakarta - Tiga kapal kontainer dilaporkan menjadi sasaran tembakan saat melintasi Selat Hormuz pada Rabu (22/4), berdasarkan keterangan dari sumber keamanan maritim.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, menyusul langkah Iran yang kembali membatasi lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Kebijakan tersebut disebut sebagai respons atas tindakan Amerika Serikat (AS) yang memblokade aktivitas keluar-masuk kapal menuju pelabuhan Iran.
Kapal-kapal yang terdampak diketahui berasal dari berbagai negara. Salah satunya berbendera Liberia, yang mengalami penembakan di wilayah timur laut lepas pantai Oman, masih dalam area sekitar Selat Hormuz.
Baca Juga: BGN Jadikan Jepang Rujukan Sukses Program Makan Bergizi, Dorong Penguatan MBG di Indonesia
Sumber lain menyebutkan bahwa sebelum tembakan dilepaskan, kapal tersebut sempat didekati oleh kapal perang milik Garda Revolusi Iran. Setelah interaksi tersebut, kapal kemudian menjadi target penembakan.
Meski demikian, seluruh awak kapal dilaporkan selamat. Tidak ditemukan adanya kebakaran maupun dampak lingkungan akibat insiden tersebut.
Selain kapal berbendera Liberia, kejadian serupa juga dilaporkan menimpa kapal berbendera Yunani dan Panama, demikian dikutip dari Reuters. Kapal berbendera Yunani bahkan mengungkapkan bahwa sebelum penembakan terjadi, mereka sempat menerima informasi terkait izin melintas di Selat Hormuz.
Sebagai salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, Selat Hormuz memegang peranan penting dalam distribusi energi global. Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas bumi dunia diketahui melintasi jalur ini, menjadikannya titik krusial dalam rantai pasok energi internasional.
Ilustrasi. Kapal tanker melintas di Selat Hormuz, Iran. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)