Uni Eropa Sepakat Perluas Sanksi terhadap Iran Terkait Selat Hormuz

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Apr 2026, 12:40
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bendera Uni Eropa terlihat di markas besar Komisi Eropa di Brussel, Belgia. (ANTARA/Xinhua/Zhao Dingzhe/aa.) Bendera Uni Eropa terlihat di markas besar Komisi Eropa di Brussel, Belgia. (ANTARA/Xinhua/Zhao Dingzhe/aa.) (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Para menteri luar negeri Uni Eropa pada Selasa, 21 April 2026, mencapai kesepakatan untuk memperluas sanksi terhadap Iran.

Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mencegah pelanggaran terhadap kebebasan navigasi di kawasan strategis Selat Hormuz.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas.

"Uni Eropa telah memberlakukan sanksi yang luas terhadap Iran, tetapi hari ini juga mencapai kesepakatan politik untuk memperluas rezim sanksi kami agar juga menargetkan mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran kebebasan navigasi," kata Kallas kepada wartawan setelah pertemuan tingkat menteri di Luksemburg.

Baca Juga: Iran Kecam Penyitaan Kapal oleh AS di Selat Hormuz

Ia menambahkan bahwa kebijakan sanksi terbaru tersebut kemungkinan besar akan resmi diadopsi dalam pertemuan Dewan Urusan Luar Negeri Uni Eropa yang dijadwalkan berlangsung pada Mei mendatang.

Sementara itu, Ebrahim Zolfaghari, juru bicara markas pusat komando militer Iran, Khatam Al-Anbiya, menyatakan pada Sabtu, 18 April 2026, bahwa militer Iran telah kembali menguasai Selat Hormuz.

Pernyataan ini muncul setelah Amerika Serikat mengumumkan blokade angkatan laut di jalur laut vital tersebut.

Sebelumnya, pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban di kalangan sipil.

Kemudian, pada Selasa, 8 April 2026, Washington dan Teheran sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan.

Baca Juga: Ketegangan AS-Iran Memuncak, Teheran Tolak Negosiasi dan Siapkan Opsi Militer

Namun, upaya lanjutan melalui pembicaraan di Islamabad tidak menghasilkan kesepakatan konkret.

Meskipun belum ada pengumuman resmi terkait dimulainya kembali konflik terbuka, Amerika Serikat tetap melanjutkan langkah dengan memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Di sisi lain, para mediator internasional masih berupaya mendorong terselenggaranya putaran dialog baru guna meredakan ketegangan.

(Sumber: Antara)

x|close