Trump Sebut Sekutu Timur Tengah Lebih Baik dari NATO, Singgung Dukungan untuk UEA

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Apr 2026, 07:55
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan menuju Gedung Putih setibanya di Washington, DC, dari Memphis, Tennessee, Amerika Serikat, pada 23 Maret 2026. ANTARA/Celal Güneş/Anadolu/pri. (ANTARA/Celal Güneş/Anadolu/pri) Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan menuju Gedung Putih setibanya di Washington, DC, dari Memphis, Tennessee, Amerika Serikat, pada 23 Maret 2026. ANTARA/Celal Güneş/Anadolu/pri. (ANTARA/Celal Güneş/Anadolu/pri) (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa sekutu negaranya di kawasan Timur Tengah dinilai lebih solid dibandingkan negara-negara anggota NATO.

“[Negara-negara Timur Tengah] adalah sekutu yang jauh lebih baik daripada NATO,” kata Trump kepada CNBC pada Selasa.

Ia secara khusus menyoroti Uni Emirat Arab (UEA) sebagai mitra yang dinilainya memiliki hubungan baik dengan Amerika Serikat, serta membuka kemungkinan adanya dukungan dari Washington.

Baca Juga: Slovenia Berencana Referendum Keluar dari NATO

“Jika UEA punya masalah, meski saya sulit membayangkannya, tetapi jika mereka memiliki masalah, kami akan ada untuk mereka,” kata Trump.

Laporan dari The Wall Street Journal menyebutkan bahwa perwakilan UEA telah membahas kemungkinan dukungan finansial dari AS dalam pertemuan dengan pejabat di Washington, khususnya jika konflik di Timur Tengah berdampak pada kondisi ekonomi negara tersebut.

Sementara itu, pada Senin, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Kevin Hassett menyatakan bahwa Amerika Serikat siap memberikan bantuan keuangan kepada UEA, meskipun ia menilai langkah tersebut kemungkinan besar tidak akan diperlukan.

Baca Juga: Eropa Siapkan Rencana Cadangan Jika AS Mundur dari NATO

Sebelumnya, pada 1 April, Trump juga mengungkapkan tengah mempertimbangkan secara serius kemungkinan menarik Amerika Serikat dari NATO. Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah negara sekutu tidak mendukung keterlibatan dalam konflik antara AS dan Israel melawan Iran.

Ia bahkan menyatakan mulai meragukan keandalan negara-negara Eropa sebagai mitra pertahanan, terutama setelah mereka menolak permintaan untuk mengirimkan kapal perang ke kawasan strategis Selat Hormuz.

(Sumber: Antara)

x|close