Menteri PU Fokus Bangun Dam dan Jembatan Permanen Pascabencana di Sumatera

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Mei 2026, 21:40
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memberikan keterangan resmi dalam jumpa pers di Kementerian PU, Jakarta, Jumat 22 Mei 2026. (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira) Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memberikan keterangan resmi dalam jumpa pers di Kementerian PU, Jakarta, Jumat 22 Mei 2026. (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira) (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pemerintah saat ini fokus membangun sejumlah infrastruktur penting seperti dam dan jembatan permanen dalam fase pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera.

Menurut Dody, salah satu tantangan terbesar dalam proses pemulihan berada pada pembangunan jembatan karena kondisi sungai yang mengalami perubahan signifikan akibat bencana.

“Menurut saya pribadi, yang belum tertangani dengan maksimal itu adalah jembatan, karena rata-rata sungainya itu melebar dan mendangkal. Melebarnya juga tidak kira-kira, bisa langsung 10 kali lipat, bisa 5 kali lipat. Jadi, ya, desainnya itu harus berubah total,” kata Dody dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.

Ia mengakui progres pemulihan pascabencana di Aceh masih berjalan cukup lambat karena banyak material seperti kayu dan batu yang masih menumpuk di wilayah hulu sungai.

Karena itu, Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia memprioritaskan pembangunan dam guna mencegah banjir susulan apabila terjadi hujan deras kembali.

Baca Juga: AHY Tinjau PT PAL Indonesia, Dorong Penguatan Kolaborasi Sektor Industri dan Pembangunan Infrastruktur

“Pada saat masih tanggap darurat pun, saya ngotot harus segera bikin dam. Karena kalau kemudian dam tidak segera dibikin, hujan lagi, kayunya turun lagi, yang kasihan yang di bawah,” ujar dia.

Selain pembangunan dam, pemerintah juga memprioritaskan pembangunan jembatan permanen agar konektivitas antarwilayah dan antarprovinsi tetap terjaga.

Dody memastikan progres pembangunan di wilayah terdampak banjir bandang pada akhir tahun lalu di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus dipantau secara intensif oleh pemerintah.

Tidak hanya fokus memperbaiki infrastruktur yang rusak, Kementerian PU juga melakukan pembersihan lumpur yang menutupi area persawahan milik warga.

“Selain itu, yang paling tertinggal memang itu juga adalah di irigasi, karena kita itu mesti cek apakah kemudian sawahnya itu masih exist, masih ada. Kalau pun sudah tertimbun lumpur, kita mesti cek juga, apakah lumpurnya ini bisa dibersihkan dengan mudah, atau kah nantinya lumpurnya ini, area sawahnya harus kita pindahkan,” jelasnya.

Baca Juga: Jembatan Garuda di Blora Jadi Harapan Baru, Permudah Akses dan Aktivitas Warga Sehari-hari

Menurut Dody, persoalan tersebut menjadi perhatian khusus pemerintah agar target swasembada pangan di daerah terdampak bencana tetap dapat tercapai.

“Karena sesuai arahan dari Pak Presiden Prabowo Subianto, walaupun (Sumatera, terutama) Aceh ini sedang terkena bencana, kami semua diminta maksimal agar tetap bisa swasembada pangan di 2026 untuk Aceh dan sekitarnya,” ujar Menteri PU.

(Sumber: Antara)

x|close