AHY Sebut Industri Maritim Penting untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Mei 2026, 22:45
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan) Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa industri maritim memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia.

Menurut AHY, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia harus memiliki industri maritim yang kuat agar mampu menjaga sumber daya alam yang melimpah, terutama yang berada di kawasan laut.

“Kita tahu, untuk menjaga sumber daya alam yang begitu melimpah di Indonesia, termasuk yang ada di lautan kita, diperlukan kekuatan militer yang kredibel, memiliki efek penggetar (deterrence effect), daya getar yang dihormati dan disegani oleh siapa pun yang mencoba mengganggu kedaulatan dan keutuhan negara kita,” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.

Baca Juga: AHY Tinjau PT PAL, Dorong Indonesia Jadi Negara Maritim Mandiri

Dalam kesempatan tersebut, AHY melakukan kunjungan kerja ke PT PAL Indonesia untuk meninjau perkembangan industri maritim nasional sekaligus memperkuat sinergi pembangunan konektivitas dan kemandirian maritim Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara sektor industri dan pembangunan infrastruktur, khususnya di bidang konektivitas maritim.

Menurut AHY, PT PAL Indonesia saat ini tidak hanya memiliki kemampuan dalam desain dan manufaktur kapal, tetapi juga telah mengembangkan layanan maintenance, repair, and overhaul (MRO) untuk kapal permukaan maupun kapal selam, baik untuk kebutuhan sipil maupun pertahanan.

AHY juga menyoroti peningkatan kapasitas produksi PT PAL Indonesia yang dinilai semakin efisien.

Salah satu contohnya terlihat dari percepatan pembangunan Landing Platform Dock (LPD) yang kini dapat diselesaikan jauh lebih cepat dibanding sebelumnya.

“Docking time yang sebelumnya membangun satu LPD memerlukan waktu kurang lebih dua tahun, sekarang bisa dikerjakan hanya dalam enam bulan,” katanya.

Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, PT PAL Indonesia juga dinilai semakin mendapat kepercayaan dari negara-negara sahabat untuk memproduksi kapal perang maupun kapal niaga.

Hal tersebut menunjukkan meningkatnya daya saing industri galangan kapal nasional di tingkat global.

Baca Juga: AHY Tinjau PT PAL Indonesia, Dorong Penguatan Kolaborasi Sektor Industri dan Pembangunan Infrastruktur

AHY menambahkan bahwa transformasi PT PAL Indonesia tidak hanya berdampak pada sektor industri pertahanan dan maritim, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembukaan lapangan kerja serta penguatan industri pendukung.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia dan budaya kerja unggul guna mendukung peningkatan kapasitas produksi nasional.

Menurutnya, transformasi industri tidak hanya berbicara mengenai teknologi dan produksi, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing tinggi.

(Sumber: Antara)

x|close