Trump Klaim Iran Siap Serahkan Uranium, Kesepakatan Nuklir Disebut Makin Dekat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Apr 2026, 08:10
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump. /ANTARA/Anadolu/Kyle Mazza/pri. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump. /ANTARA/Anadolu/Kyle Mazza/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran semakin terbuka lebar. Ia menyebut proses negosiasi antara kedua negara kini berada di tahap krusial dan mendekati titik akhir.

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa salah satu poin penting dalam pembicaraan adalah komitmen Iran untuk menyerahkan cadangan uranium yang dimiliki. Klaim ini menjadi sorotan karena isu pengayaan uranium selama ini menjadi inti ketegangan antara Washington dan Teheran terkait potensi pengembangan senjata nuklir.

"Kita sangat dekat untuk membuat kesepakatan dengan Iran," kata Trump.

Ia menambahkan bahwa tujuan utama dari kesepakatan tersebut adalah memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir. Menurutnya, pihak Iran telah menunjukkan kesediaan untuk menyetujui hampir seluruh poin yang diajukan, meskipun masih ada kemungkinan perbedaan jika perundingan formal kembali digelar.

"Kita harus memastikan bahwa Iran tidak pernah mendapatkan senjata nuklir. Mereka sepenuhnya setuju dengan itu. Mereka telah menyetujui hampir semuanya, jadi mungkin jika mereka bisa duduk di meja perundingan, akan ada perbedaan," katanya.

Trump juga membuka kemungkinan dirinya akan hadir langsung di Islamabad, Pakistan, jika kesepakatan resmi ditandatangani di sana. Lokasi ini disebut sebagai titik penting dalam upaya diplomasi terbaru antara kedua negara.

Baca Juga: AS Terapkan Blokade Laut ke Pelabuhan Iran, Tegaskan Bukan di Selat Hormuz

"Saya mungkin akan pergi, ya. Jika kesepakatan itu ditandatangani di Islamabad, saya mungkin akan pergi," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Trump memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Pakistan, khususnya Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Kepala Angkatan Darat Asim Munir, yang dinilai berperan dalam memfasilitasi komunikasi antara AS dan Iran.

Meski demikian, proses diplomasi tidak berjalan mulus. Sebelumnya, delegasi Amerika Serikat yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance telah melakukan kunjungan ke Islamabad untuk bertemu dengan perwakilan Iran. Namun, pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan konkret.

Pemerintah AS melalui Gedung Putih menyatakan bahwa pembicaraan lanjutan masih direncanakan, dengan kemungkinan kembali digelar di Pakistan dalam waktu dekat.

Trump kembali menekankan bahwa Iran telah menyatakan kesediaannya untuk menyerahkan bahan nuklir yang diperkaya, yang ia gambarkan sebagai elemen kunci dalam setiap kesepakatan yang sedang dibahas, meski belum ada rincian teknis yang diungkap ke publik.

"Mereka telah setuju untuk mengembalikan debu nuklir kepada kita," kata Trump.

Klaim ini mempertegas posisi Trump yang optimistis terhadap arah negosiasi, meskipun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran terkait kesepakatan tersebut. Situasi ini membuat perkembangan diplomasi AS-Iran masih menjadi perhatian dunia, terutama terkait implikasinya terhadap stabilitas kawasan dan isu proliferasi nuklir global.

x|close