Ntvnews.id, Washington - Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa Presiden China Xi Jinping telah memberikan jaminan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa Beijing tidak memasok senjata ke Iran di tengah situasi konflik.
"Presiden Xi memastikan kepada Presiden Trump bahwa mereka tak memasok senjata kepada Iran selama konflik berlangsung, dan jaminan tersebut disampaikan kepada presiden," kata Leavitt dalam konferensi pers pada Rabu, 15 April 2026.
Baca Juga: Trump Umumkan Buka Selat Hormuz Permanen untuk China dan Dunia
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt berbicara saat konferensi pers di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026). ANTARA/Xinhua/Li Yuanqing/aa. (Antara)
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang turut hadir menyoroti ketergantungan China terhadap minyak Iran.
"China membeli 90 persen lebih minyak Iran, yang kira-kira jumlahnya delapan persen dari kebutuhan energi China," kata Bessent.
Baca Juga: Mendes Yandri Dorong Kerja Sama RI-China untuk Entaskan Daerah Tertinggal
Ia menjelaskan bahwa potensi blokade di Selat Hormuz dapat berdampak langsung pada aktivitas pembelian minyak mentah Iran oleh China.
Selain itu, Bessent juga mengungkapkan bahwa pemerintah AS telah memberikan peringatan kepada dua bank di China terkait potensi aliran dana dari Iran.
"Dua bank China telah menerima surat dari Kementerian Keuangan AS. Saya tak akan sebutkan nama banknya, tapi kami katakan pada mereka kalau terbukti ada uang Iran yang mengalir melalui rekening mereka, kami akan berikan mereka sanksi sekunder," kata Bessent.
(Sumber: Antara)
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump sepakat untuk memulai hubungan kedua negara dari titik awal menjelang pelantikan Trump. ANTARA/Anadolu/py/am. (Antara)