Mendes Yandri Dorong Kerja Sama RI-China untuk Entaskan Daerah Tertinggal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Apr 2026, 10:35
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menerima audiensi Duta Besar (Dubes) China untuk RI Wang Lutong di Kantor Kemendes, Jakarta, Rabu 15 April 2026. ANTARA/HO-Humas Kemendes PDT Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menerima audiensi Duta Besar (Dubes) China untuk RI Wang Lutong di Kantor Kemendes, Jakarta, Rabu 15 April 2026. ANTARA/HO-Humas Kemendes PDT (Antara)

Ntvnews.id , Jakarta - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, berharap hubungan bilateral antara Indonesia dan China dapat menjadi instrumen strategis dalam upaya mengentaskan daerah tertinggal di Tanah Air.

Menurutnya, kerja sama internasional tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, tetapi juga harus mengarah pada pendekatan baru berupa pemberdayaan masyarakat serta peningkatan kapasitas untuk mengatasi berbagai persoalan di daerah tertinggal.

"Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama bilateral Indonesia-Tiongkok di bidang pembangunan perdesaan dan pengentasan kemiskinan serta memastikan kelancaran pelaksanaan program-program yang telah direncanakan pada tahun 2026," kata Yandri saat menerima audiensi Duta Besar China untuk RI, Wang Lutong, di Kantor Kemendes, Jakarta, Rabu, 15 April 2026.

Baca Juga: Indonesia–China Perkuat Kerja Sama Vaksin HPV dan Pengembangan Dalam Negeri

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pembaruan kerja sama antarkementerian seiring dengan dinamika pemerintahan, termasuk adanya perubahan nama, nomenklatur, dan struktur kelembagaan.

Perubahan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menjadi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dinilai perlu segera diikuti dengan penyesuaian agar birokrasi menjadi lebih efektif, penggunaan sumber daya lebih optimal, serta koordinasi antarlembaga semakin kuat.

Baca Juga: Prabowo Tiba di Indonesia Usai Lawatan ke Rusia dan Prancis, Amankan Kerja Sama Energi hingga Penguatan Pertahanan

Selain itu, Yandri menilai penyusunan rencana kerja yang konkret menjadi hal penting sebagai peta jalan yang terukur, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan lancar dan target yang ditetapkan kedua negara dapat tercapai.

Salah satu bentuk konkret tersebut adalah penyusunan 12 Rencana Aksi Bangun Desa dari kementerian, yang mencakup berbagai program seperti Desa Tematik, Desa Ekspor, dan Desa Wisata.

Program-program tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mengoptimalkan potensi lokal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari tingkat desa.

(Sumber: Antara)

x|close