Zelensky Keluhkan Fokus AS ke Iran, Bantuan Senjata untuk Ukraina Terganggu

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Apr 2026, 07:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden AS Donald Trump (kiri) menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat pada 18 Agustus 2025. Presiden AS Donald Trump (kiri) menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat pada 18 Agustus 2025. (ANTARA)

Ntvnews.id, Kyiv - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengungkapkan bahwa negosiator perdamaian Amerika Serikat saat ini tidak memiliki waktu untuk Ukraina karena perhatian mereka lebih terarah pada konflik dengan Iran. Ia juga menyoroti terganggunya pengiriman bantuan senjata dari Washington.

Dalam wawancara dengan penyiar publik Jerman, ZDF, Zelensky menyebut bahwa Steve Witkoff dan Jared Kushner yang terlibat dalam upaya negosiasi dengan Rusia kini lebih fokus pada pembicaraan terkait Iran.

Ia menggambarkan keduanya sebagai figur pragmatis yang berusaha menarik perhatian Presiden Rusia, Vladimir Putin, agar mengakhiri perang. Namun, Zelensky mengingatkan bahwa tanpa tekanan kuat dari Amerika Serikat, Rusia tidak akan merasa terdesak.

“Jika Amerika Serikat tidak memberikan tekanan pada Putin dan hanya melakukan dialog yang lunak dengan Rusia, maka mereka tidak akan lagi merasa takut,” ujarnya, dikutip dari TRT World, Kamis, 16 April 2026.

Upaya diplomasi yang dipimpin AS untuk mengakhiri konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II disebut mengalami kebuntuan sejak pecahnya perang Iran pada akhir Maret. Pertemuan antara negosiator Rusia dan Ukraina juga belum kembali digelar sejak Februari di Jenewa.

Baca Juga: Tanker Raksasa Iran Diklaim Lolos Blokade AS, Berlayar Lewati Selat Hormuz

Zelensky menambahkan bahwa persoalan pasokan senjata dari AS kini menjadi isu krusial bagi negaranya.

“Jika perang berlanjut, akan ada lebih sedikit senjata untuk Ukraina. Ini sangat krusial, terutama untuk sistem pertahanan udara,” katanya.

Krisis Sistem Pertahanan

Dalam konferensi pers di Norwegia, Zelensky menyoroti kekurangan rudal pencegat PAC-3 dan PAC-2 sebagai tantangan utama yang dihadapi Ukraina saat ini.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar sistem tersebut diperoleh melalui program Prioritised Ukraine Requirements List (PURL), yang memungkinkan Ukraina mendapatkan peralatan militer Amerika dengan dukungan pendanaan dari negara-negara Eropa.

“Sejak awal perang di Timur Tengah, kami sudah memahami bahwa akan ada tantangan,” ujarnya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. ANTARA/Anadolu/am. <b>(Antara)</b> Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. ANTARA/Anadolu/am. (Antara)

Zelensky juga mengakui bahwa distribusi bantuan berjalan lambat dan memperburuk situasi di lapangan.

“Pengiriman datang secara lambat. Ini adalah posisi yang sangat sulit bagi kami,” katanya.

Dalam kunjungannya, Zelensky bertemu dengan Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Støre. Keduanya sepakat menandatangani deklarasi bersama guna memperkuat kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan.

Baca Juga: Tanker Raksasa Iran Diklaim Lolos Blokade AS, Berlayar Lewati Selat Hormuz

Pemerintah Norwegia menyatakan bahwa kerja sama tersebut mencakup penguatan industri pertahanan, termasuk rencana produksi drone Ukraina di wilayah Norwegia.

Sebelumnya pada hari yang sama, Zelensky juga melakukan kunjungan ke Berlin dan bertemu Kanselir Jerman, Friedrich Merz, bersama sejumlah pejabat tinggi lainnya untuk membahas perkembangan konflik yang kini telah memasuki tahun kelima.

Kedua negara turut mengumumkan kemitraan strategis yang berfokus pada sektor pertahanan guna memperkuat posisi Ukraina di tengah konflik yang masih berlangsung.

x|close