Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Presiden China, Xi Jinping, telah menyetujui untuk tidak mengirimkan senjata ke Iran. Trump mengaku telah memperoleh jaminan langsung dari Xi terkait hal tersebut.
"Mereka telah setuju untuk tidak mengirim senjata ke Iran. Presiden Xi akan memberi saya pelukan hangat ketika saya sampai di sana dalam beberapa minggu," tulis Trump di Truth Social, merujuk pada pertemuan puncak yang direncanakan pada 14-15 Mei dengan Xi di Beijing sebagaimana dilansir dari AFP, Kamis, 16 April 2026.
Dalam wawancara di Fox Business, Trump menuturkan bahwa Xi pada dasarnya telah memberikan komitmen untuk tidak memasok senjata ke Iran.
"Saya mendengar bahwa China memberikan senjata kepada, maksud saya-Anda melihatnya di mana-mana-kepada Iran," kata Trump.
"Dan saya menulis surat kepadanya meminta agar dia tidak melakukan itu, dan dia membalas surat saya yang pada dasarnya mengatakan bahwa dia tidak melakukan itu," imbuhnya.
Baca Juga: UI Nonaktifkan Sementara 16 Mahasiswa FH Terkait Dugaan Kekerasan Verbal
Ketegangan di kawasan Timur Tengah turut memperkeruh hubungan antara Amerika Serikat dan China. Pertemuan puncak antara Trump dan Xi sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Maret, namun harus ditunda setelah keputusan Trump untuk melancarkan perang.
China sendiri sempat mengecam langkah Amerika Serikat yang melakukan blokade terhadap pelabuhan Iran di Selat Hormuz, dengan menyebutnya sebagai tindakan berbahaya dan tidak bertanggung jawab. Xi juga menegaskan bahwa negaranya akan memainkan peran konstruktif dalam mendorong perdamaian di Timur Tengah.
Ilustrasi - Unit-unit angkatan laut dari Iran dan Rusia melakukan simulasi penyelamatan kapal yang dibajak selama latihan angkatan laut gabungan yang diadakan di Pelabuhan Bandar Abbas dekat Selat Hormuz di Hormozgan, Iran, (19/2/2026). (ANTARA/Latih (Antara)
Dalam unggahan lain di Truth Social, Trump kembali menegaskan bahwa "China sangat senang bahwa saya secara permanen membuka Selat Hormuz. Saya melakukannya untuk mereka juga - dan untuk dunia."
Selain itu, dalam wawancara tersebut, Trump juga menanggapi laporan dugaan serangan siber besar-besaran oleh China terhadap FBI. Ia tidak memberikan konfirmasi langsung, namun menyiratkan bahwa aktivitas serupa juga dilakukan oleh kedua pihak.
"Kami melakukannya kepada mereka. Mereka melakukannya kepada kami."
"China adalah China," katanya. "Tidak pernah mudah, tetapi kami berhasil dengan baik dalam berurusan dengan China."
Trump juga menegaskan bahwa dirinya merupakan sosok yang paling tegas dalam menghadapi China.
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump sepakat untuk memulai hubungan kedua negara dari titik awal menjelang pelantikan Trump. ANTARA/Anadolu/py/am. (Antara)