Negosiasi AS-Iran Mandek, Israel Beri Sinyal Lanjutkan Serangan ke Teheran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Apr 2026, 06:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Iran meluncurkan rudal ke arah pangkalan-pangkalan militer AS di negara Teluk. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu) Ilustrasi Iran meluncurkan rudal ke arah pangkalan-pangkalan militer AS di negara Teluk. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu) (Antara)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berakhir tanpa kesepakatan. Situasi ini memicu sekutu Washington, Israel, memberikan indikasi akan kembali melancarkan serangan terhadap Teheran.

Dilansir dari Anadolu Agency, Selasa, 14 April 2026, sejumlah pejabat tinggi Israel mulai menyuarakan kemungkinan operasi militer lanjutan. Menteri Energi Israel Eli Cohen, menyatakan bahwa Iran berpotensi menjadi target serangan jika tidak tercapai kesepakatan.

"Isu nuklir bersifat internasional, dan bagus bahwa (Presiden AS Donald) Trump telah menetapkan garis merah dalam masalah ini," kata Cohen saat berbicara kepada harian Israel, Yedioth Ahronoth, pada Minggu, 12 April 2026 waktu setempat.

"Jika tidak ada kesepakatan, Iran dapat diserang," tegasnya.

Baca Juga: Trump Kecam Paus Leo XIV Usai Kritik Kebijakan AS di Iran

Tak hanya itu, Cohen juga menyinggung situasi di Lebanon, yang menjadi lokasi meluasnya operasi militer Israel dengan sasaran kelompok Hizbullah. Ia bahkan mengusulkan agar Tel Aviv tidak hanya menyasar kekuatan militer, tetapi juga fasilitas serta infrastruktur di Lebanon.

"Saya telah mengatakan hal ini di kabinet. Saya tidak melihat peluang keberhasilan yang tinggi untuk negosiasi ini," ujarnya, merujuk pada rencana pertemuan antara Tel Aviv dan Beirut di Washington DC pada Selasa, 14 April 2026 guna mengupayakan gencatan senjata dan membuka dialog langsung.

Pernyataan senada disampaikan Menteri Ekonomi Israel Nir Barkat dalam wawancara dengan Channel 14. Ia meyakini AS akan mencapai tujuannya dalam konflik melawan Iran.

Arsip foto - Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 menunjukkan kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi kapal cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Xinhua/HO-ISNA/Morteza Akhoundi/aa.) <b>(Antara)</b> Arsip foto - Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 menunjukkan kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi kapal cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Xinhua/HO-ISNA/Morteza Akhoundi/aa.) (Antara)

"Para pejabat Iran tidak memahami tekad Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kita akan kembali berperang dan mencapai tujuannya," kata Barkat.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan dan Olahraga Israel Miki Zohar melalui platform X menilai ketegasan Washington untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir mencerminkan koordinasi erat dengan Israel. Ia menegaskan kedua negara akan memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir.

Baca Juga: Perundingan Iran dan Amerika sela a 25 Jam Tapi Tanpa Hasil

Sebelumnya, negosiasi yang berlangsung selama 21 jam di Islamabad dengan mediasi Pakistan gagal menghasilkan kesepakatan terkait finalisasi gencatan senjata antara AS dan Iran.

Kebuntuan tersebut mendorong AS mengambil langkah lanjutan, termasuk rencana memblokade Selat Hormuz, yang semakin memperuncing ketegangan di kawasan Timur Tengah.

x|close