China Peringatkan AS dan Sekutu di Pasifik, Singgung Risiko Konflik Baru

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Apr 2026, 06:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (16/1/2025). Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (16/1/2025). (ANTARA (Desca Lidya Natalia))

Ntvnews.id, Beijing - Kementerian Luar Negeri China mengeluarkan peringatan kepada Amerika Serikat dan para sekutunya di kawasan Pasifik agar tidak mengambil langkah yang dapat memicu konflik baru.

Juru bicara Kemlu China Guo Jiakun menyampaikan dalam konferensi pers pada Senin, 20 April 2026, bahwa latihan militer gabungan yang melibatkan Amerika Serikat, Filipina, dan Jepang seharusnya tidak menimbulkan provokasi terhadap negara lain di kawasan, khususnya China.

Ia menegaskan bahwa kerja sama militer antarnegara tidak boleh mengganggu rasa saling percaya dan pemahaman di antara negara-negara di kawasan tersebut.

"Yang paling dibutuhkan kawasan Asia-Pasifik adalah perdamaian dan ketenangan, dan yang paling tidak dibutuhkan adalah masuknya kekuatan eksternal untuk menciptakan perpecahan dan konfrontasi," kata Guo, seperti dikutip dari Reuters, Selasa, 21 April 2026.

Baca Juga: Bos Ford Peringatkan Ancaman Mobil China, Desak AS Tutup Pintu Impor

"Kami ingin mengingatkan negara-negara terkait bahwa mengikat diri secara membabi buta atas nama keamanan sama dengan bermain api, yang pada akhirnya akan menjadi bumerang bagi mereka sendiri," lanjutnya, menanggapi latihan militer tersebut.

Latihan militer gabungan antara AS dan Filipina berlangsung dalam skala besar di kawasan Pasifik mulai 20 April hingga 8 Mei. Kegiatan ini digelar di sekitar Laut China Selatan dan Taiwan, yang selama ini dikenal sebagai wilayah sensitif bagi China.

Jepang turut ambil bagian dengan mengerahkan sekitar 1.400 personel, sejumlah kapal perang, pesawat militer, serta sistem rudal anti-kapal Tipe 88.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun. ANTARA/Desca Lidya Natalia. <b>(Antara)</b> Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun. ANTARA/Desca Lidya Natalia. (Antara)

Para analis menilai keterlibatan Jepang dalam skala besar pada latihan Balikatan ini mencerminkan meningkatnya perhatian Tokyo terhadap potensi ancaman China terhadap Taiwan.

Sebelumnya, China juga mengkritik langkah Jepang yang mengirim kapal perang melintasi Selat Taiwan. Kementerian Luar Negeri China menyebut aksi tersebut sebagai "provokasi yang disengaja."

Ketegangan antara China dan Jepang meningkat setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan pernyataan terkait Taiwan pada November lalu. Saat itu, ia menyebut militer Jepang dapat turun tangan apabila terjadi konflik di wilayah tersebut, sebagaimana dilaporkan South China Morning Post.

Baca Juga: Indonesia–China Perkuat Kerja Sama Vaksin HPV dan Pengembangan Dalam Negeri

China selama ini menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, sementara pemerintah di Taipei memandang diri sebagai entitas yang berdiri sendiri dengan sistem pemerintahan mandiri. Beijing pun berulang kali menyatakan kesiapan untuk mengambil langkah militer guna menguasai kembali Taiwan jika diperlukan.

Sejak pernyataan tersebut, hubungan China dan Jepang terus memanas. China diketahui memperketat ekspor barang dwifungsi, memperketat aturan ekspor logam tanah jarang, hingga mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya.

Selain itu, hubungan China dengan Filipina juga masih diwarnai ketegangan akibat sengketa wilayah di Laut China Selatan, khususnya di sekitar Kepulauan Spratly, yang diklaim oleh kedua negara.

TERKINI

Ribuan Warga Iran Turun ke Jalan, Tolak Negosiasi dengan AS

Luar Negeri Selasa, 21 Apr 2026 | 07:30 WIB

BGN: SDM Jadi Prioritas Utama Pembangunan Indonesia

Nasional Selasa, 21 Apr 2026 | 07:22 WIB

Ketegangan AS-Kuba Memanas, Trump Singgung Opsi Militer

Luar Negeri Selasa, 21 Apr 2026 | 06:30 WIB

Kebakaran Hantam Pabrik Kayu di Penggilingan

Metro Selasa, 21 Apr 2026 | 06:22 WIB

Santri Tewas Jatuh dari Lantai 2 Ponpes di Sukabumi

Viral Selasa, 21 Apr 2026 | 06:14 WIB
Load More
x|close