Ntvnews.id, Paris - Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menegaskan komitmen Paris untuk membantu Lebanon dalam mempersiapkan tahap lanjutan perundingannya dengan Israel.
Sebelumnya, delegasi dari Lebanon dan Israel telah melakukan pertemuan dalam proses negosiasi yang difasilitasi oleh Amerika Serikat.
“Kami akan membantu pemerintah Lebanon semaksimal mungkin dalam mempersiapkan negosiasi ini serta menyusun rencana yang diperlukan untuk memulihkan kedaulatan penuh,” kata Macron dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, dilansir dari AFP, Kamis, 23 April 2026.
Macron juga menyampaikan bahwa Prancis akan segera mengirimkan hampir 10 ton bantuan kemanusiaan ke Lebanon dalam beberapa hari ke depan. Dengan tambahan ini, total bantuan dari Paris ke Lebanon akan mencapai sekitar 70 ton.
Baca Juga: Pangkogabwilhan III Nilai Masyarakat Papua Tak Mudah Terhasut Isu OPM
Selain dukungan kemanusiaan, Macron juga menyatakan kesiapan negaranya untuk mempertahankan kehadiran militer di Lebanon setelah misi UNIFIL berakhir pada akhir 2026.
“Jika Lebanon menginginkannya, Prancis siap melanjutkan komitmennya di lapangan setelah kepergian UNIFIL yang direncanakan pada akhir tahun, bersama mitra-mitra yang paling terlibat, dalam kerangka kerja yang akan kita tentukan bersama,” ujarnya.
Selama ini, Prancis tidak hanya terlibat dalam misi penjaga perdamaian PBB, tetapi juga aktif memberikan pelatihan militer kepada Lebanon serta menyuplai persenjataan dan perlengkapan bagi negara tersebut.
Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara di pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Selasa, 20 Januari 2026. (ANTARA/Xinhua/Lian Yi/aa) (Antara)