Satu Keluarga Tewas Misterius, Diduga Usai Santap Semangka Beracun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Mei 2026, 11:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Semangka Semangka (Freepik/ timolina)

Ntvnews.id, New Delhi - Empat anggota keluarga di India ditemukan meninggal dunia secara misterius dan diduga terkait konsumsi semangka beracun.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Pydhonie, Bhendi Bazaar, Mumbai selatan. Korban diketahui bernama Abdullah Dokadia, istrinya Nasreen, serta dua putri mereka, Ayesha dan Zainab.

Berdasarkan laporan kepolisian, keluarga tersebut sebelumnya mengundang sembilan tamu untuk makan malam dan menyajikan hidangan biryani.

Setelah para tamu pulang, keempat anggota keluarga itu dilaporkan mengonsumsi semangka sekitar pukul 01.00 dini hari. Empat jam kemudian, mereka mengalami muntah, sakit perut, dan diare hebat sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi setengah sadar.

Seluruh korban meninggal dunia hanya beberapa jam setelah mendapatkan perawatan medis. Polisi mencatat tidak ada tamu yang ikut makan malam di rumah tersebut mengalami gejala serupa.

Baca Juga: BPOM Cabut Izin Edar 11 Produk Kosmetik Berbahaya-Ilegal, Ada Selsun hingga Madam Gie

Dilansir dari Independent, Jumat, 8 Mei 2026, insiden ini memicu kepanikan di kalangan masyarakat hingga berdampak pada penjualan semangka di sejumlah pasar lokal.

Para pedagang di Pasar Crawford, Mumbai selatan, menyebut permintaan semangka turun hampir 30 persen dan harga jualnya ikut merosot tajam.

Beberapa pelanggan bahkan disebut mengembalikan semangka yang sudah dibeli setelah kasus tersebut viral di media sosial.

Ilustrasi mayat <b>(freepik/ kjpargeter)</b> Ilustrasi mayat (freepik/ kjpargeter)

Badan Pengawas Obat dan Makanan Maharashtra (FDA) kini telah mengambil sampel berbagai bahan makanan dari rumah korban, termasuk biryani, semangka, air minum, beras, ayam, kurma, dan rempah-rempah untuk diuji di laboratorium.

Kepala medis Rumah Sakit Sir JJ, Dr. Sanjay Surase, mengatakan kondisi klinis para korban tidak sepenuhnya menunjukkan gejala keracunan makanan biasa.

"Kami sedang menyelidiki kemungkinan adanya zat beracun atau kimia," kata Dr. Sanjay.

x|close