Ntvnews.id, Jakarta - Kedutaan Besar Palestina di Indonesia mengecam keras tindakan Israel yang mencegat hingga menculik para relawan, aktivis, dan jurnalis yang tergabung dalam armada Global Sumud Flotilla (GSF).
"Kedutaan Besar Negara Palestina untuk Republik Indonesia mengecam keras tindakan kriminal Israel yang dilakukan oleh tentara pendudukan terhadap para peserta Armada Keteguhan Global (Global Sumud Flotilla/ Asfuthur Ash-Shumud), yang merupakan para pahlawan pembela hak asasi manusia, keadilan, dan hukum internasional," demikian pernyataan resmi Kedubes Palestina.
Kedubes Palestina juga menegaskan dukungannya terhadap seluruh peserta armada kemanusiaan tersebut, termasuk warga negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam misi menuju Gaza.
"Dan kami berdoa kepada Allah SWT agar mereka dapat kembali ke tanah air dengan selamat," lanjut pernyataan Kedubes Palestina.
Baca Juga: Imigrasi Palopo Tahan WNA Filipina Saat Ajukan Paspor RI
Dalam keterangannya, Kedubes Palestina menyebut tindakan pasukan Israel di Gaza dan Tepi Barat bukanlah hal yang mengejutkan. Mereka menuding tentara Israel terus melakukan berbagai pelanggaran terhadap rakyat Palestina.
Kedubes Palestina menyoroti aksi pembunuhan terhadap anak-anak dan perempuan hamil di Gaza, penghancuran rumah warga, perampasan tanah di Tepi Barat, hingga penjarahan dan pembakaran harta benda milik warga Palestina.
Meski demikian, Palestina menegaskan berbagai tindakan tersebut tidak akan melemahkan perjuangan rakyat Palestina.
"Sebaliknya, hal ini justru akan menambah kekuatan dan tekad kami untuk terus bertahan di tanah air kami serta melanjutkan perlawanan hingga Palestina beserta seluruh tempat suci Islam dan Kristen berhasil dibebaskan," lanjut pernyataan Kedubes Palestina.
Pada kesempatan yang sama, Kedubes Palestina juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia atas dukungan yang terus diberikan kepada perjuangan rakyat Palestina.
"Kedutaan Besar Negara Palestina untuk Republik Indonesia menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Yang Mulia Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, beserta pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia atas segala bentuk dukungan yang telah dan terus diberikan secara historis kepada rakyat kami," pungkas Kedubes Palestina.
Ilustrasi - Armada yang tergabung dalam konvoi kemanusiaan (Antara)
Sebelumnya, pasukan Israel dilaporkan menyerang dan mencegat armada kapal Global Sumud Flotilla di perairan internasional pada Senin pagi. Dalam operasi tersebut, ratusan relawan ditahan, termasuk lima WNI yang ikut dalam misi kemanusiaan menembus blokade Gaza.
Kelima WNI tersebut adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV, Rahendro Herubowo dari iNews, serta Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat.
Mereka tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), delegasi nasional Indonesia yang menjadi bagian dari inisiatif Global Sumud Flotilla.
Berdasarkan situs pelacakan armada GSF, sejumlah kapal dicegat di wilayah barat Siprus. GSF kemudian mendesak pemerintah dunia segera mengambil langkah untuk menghentikan tindakan yang mereka sebut sebagai pembajakan ilegal demi mempertahankan pengepungan Israel terhadap Gaza.
Arsip foto - Para aktivis menyiapkan bendera Palestina berukuran besar di atas sebuah perahu saat peserta Global Sumud Flotilla bersiap berlayar menuju Gaza di Syros, Yunani, Selasa 28 Mei 2026. ANTARA/Anadolu Agency/Tamara Davison/pri. (Antara)