Kemenag Gelar Lomba Video Tepuk Sakinah untuk Edukasi Keluarga Generasi Muda

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Mei 2026, 08:25
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag Ahmad Zayadi dalam konsinyering lomba video tepuk sakinah. ANTARA/HO-Kemenag Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag Ahmad Zayadi dalam konsinyering lomba video tepuk sakinah. ANTARA/HO-Kemenag (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar lomba video Tepuk Sakinah yang ditujukan bagi masyarakat umum, khususnya generasi Z, sebagai bagian dari edukasi keluarga sakinah dan penguatan ketahanan keluarga.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag Ahmad Zayadi mengatakan lomba tersebut menjadi inovasi edukasi keluarga yang diharapkan mampu menekan angka perceraian di Indonesia.

“Yang paling penting bagi kita adalah menghadirkan layanan terbaik. Jadi yang harus kita sadari bersama, kita ini adalah pelayan masyarakat,” ujar Zayadi di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

Menurut dia, masyarakat yang dilayani Kemenag berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari generasi milenial, Gen Z, generasi alfa, hingga kelompok usia yang lebih tua. Karena itu, pendekatan layanan dan edukasi harus terus menyesuaikan perkembangan zaman.

Ia menilai kreativitas menjadi unsur penting dalam menghadirkan layanan yang relevan dan mudah diterima masyarakat.

“Tidak harus mahal, tetapi harus memiliki kebaruan. Sesuatu yang memiliki kebaruan akan menjadi lebih menarik dan lebih mudah diingat masyarakat,” katanya.

Zayadi juga mengingatkan bahwa Kemenag kini berada di ruang publik yang terbuka sehingga setiap program dan layanan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus membangun citra positif Kantor Urusan Agama (KUA).

Baca Juga: Beasiswa Kemenag Master Double Degree Dibuka hingga Akhir Mei 2026

“Jangan sampai ada jarak antara layanan yang kita berikan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan pendaftaran Lomba Video Tepuk Sakinah telah ditutup dengan total 103 karya yang masuk dari berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 56 karya berasal dari kategori aparatur sipil negara (ASN), sedangkan 47 karya berasal dari kategori masyarakat umum.

Saat ini, seluruh karya sedang memasuki tahap penilaian untuk menentukan video paling kreatif.

Menurut Zayadi, metode edukasi untuk remaja dan keluarga tidak lagi efektif jika hanya menggunakan pendekatan teoritis. Materi bimbingan perlu dikemas lebih ringan, menarik, dan mudah dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Kemenag Buka Peluang Beasiswa Jalur Akselerasi, Bisa Langsung Tempuh S2-S3

“Format bimbingan remaja usia sekolah, bimbingan remaja usia nikah, maupun bimbingan keluarga sakinah jangan terlalu berat secara teori. Harus lebih seru, mudah diingat, dan mudah dipraktikkan dari A sampai Z,” ujarnya.

Selain edukasi digital melalui lomba video, Kemenag juga menyediakan layanan konsultasi keluarga di KUA. Masyarakat yang membutuhkan pendampingan terkait persoalan keluarga dapat memanfaatkan layanan tersebut di KUA terdekat.

(Sumber: Antara)

x|close