Kemenag Pantau Hilal Zulhijah 1447 H di 88 Titik untuk Penentuan Idul Adha 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mei 2026, 23:21
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Direktur Urusan Agama Islam Kementerian Agama Aesad Hidayat. ANTARA/Asep Firmansyah Direktur Urusan Agama Islam Kementerian Agama Aesad Hidayat. ANTARA/Asep Firmansyah (Antara)

Ntvnews.id , Jakarta -  Kementerian Agama Republik Indonesia akan menyelenggarakan pemantauan hilal awal Zulhijah 1447 Hijriah di 88 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Pemantauan tersebut menjadi bagian penting dalam sidang isbat penentuan awal Zulhijah sekaligus penetapan Hari Raya Idul Adha 2026.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag Arsad Hidayat menjelaskan sidang isbat akan digelar pada 17 Mei 2026 atau bertepatan dengan 29 Zulkaidah 1447 Hijriah di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama.

“Sidang isbat awal Zulhijah 1447 Hijriah digelar pada 17 Mei 2026 bertepatan 29 Zulkaidah 1447 Hijriah di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama,” ujar Arsad Hidayat di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Menurut Arsad, sidang isbat akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari perwakilan negara sahabat, DPR RI, BMKG, Badan Informasi Geospasial (BIG), BRIN, Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi masyarakat Islam, akademisi, pakar falak, hingga pimpinan pondok pesantren. Kegiatan ini dilakukan untuk memadukan hasil perhitungan hisab dan rukyatul hilal secara menyeluruh.

Baca Juga: 

Baznas Targetkan 1 Juta Hewan Kurban saat Idul Adha 2026, Nilainya Capai Rp2,5 Triliun

“Sidang isbat menjadi forum bersama untuk memadukan hasil hisab dan rukyatul hilal guna menetapkan awal Zulhijah 1447 Hijriah secara akurat dan dapat diterima seluruh umat Islam Indonesia,” ujarnya.

Berdasarkan hasil perhitungan astronomi atau hisab, ijtimak menjelang awal Zulhijah 1447 Hijriah diperkirakan terjadi pada Ahad, 17 Mei 2026 sekitar pukul 03.00.55 WIB. Saat proses rukyat berlangsung, posisi hilal di berbagai wilayah Indonesia diprediksi sudah berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 3 derajat hingga hampir 7 derajat.

Baca Juga:  Kemenag Gelar Sidang Isbat Idul Adha 1447 pada 17 Mei 2026

Untuk mendukung akurasi hasil pengamatan, Kementerian Agama bersama Kantor Wilayah Kemenag, instansi daerah, ormas Islam, hingga lembaga peradilan agama akan melakukan rukyatul hilal di berbagai titik strategis, mulai dari observatorium, pantai, rooftop gedung, menara pemantauan, hingga masjid di sejumlah daerah dari Aceh sampai Papua Barat.

“Pemantauan hilal dilakukan secara luas di berbagai wilayah Indonesia agar hasil rukyat yang diperoleh semakin akurat dan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam sidang isbat,” kata Arsad.

(Sumber: Antara)

x|close