Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia dan Singapura memiliki pandangan yang sama bahwa setiap sengketa internasional harus diselesaikan melalui dialog dan diplomasi.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam pernyataan bersama dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong usai pelaksanaan Leaders' Retreat Indonesia-Singapura di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 6 Juli
Prabowo mengatakan selain membahas kerja sama bilateral, kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai berbagai persoalan regional dan global yang berpotensi memengaruhi kehidupan masyarakat.
"Di luar agenda bilateral juga dibahas masalah global, masalah regional, hal-hal yang akan mempunyai dampak pada kehidupan kita," ujar Prabowo.
Menurut Presiden, Indonesia dan Singapura memiliki komitmen yang sama untuk terus mendorong penyelesaian konflik secara damai.
Baca Juga: Kemenhut Perluas Perdagangan Karbon, Buka Akses Perhutanan Sosial dan Luncurkan SRUK
"Kita menegaskan bahwa ASEAN berpandangan setiap sengketa harus diselesaikan secara damai dengan dialog dan diplomasi," katanya.
Prabowo menegaskan prinsip tersebut tidak hanya berlaku bagi kawasan Asia Tenggara, tetapi juga bagi seluruh kawasan dunia yang tengah menghadapi berbagai konflik.
"Tidak hanya di kawasan kita tapi di semua kawasan," ujarnya.
Presiden menilai bahwa stabilitas dan perdamaian merupakan prasyarat utama bagi terciptanya kemakmuran. Oleh karena itu, upaya menjaga perdamaian harus terus dilakukan.
"Kita paham dan mengerti bahwa kemakmuran tidak akan pernah datang tanpa perdamaian dan stabilitas," kata Prabowo.
Ia menambahkan, pembahasan dalam Leaders' Retreat tidak hanya bertujuan menjawab tantangan saat ini, tetapi juga mempersiapkan kemitraan strategis kedua negara di masa depan.
"Pembahasan kita hari ini tidak hanya menjadi respons terhadap tantangan saat ini, tapi juga mempersiapkan kemitraan kita untuk masa depan," ujar Presiden.
Prabowo menilai hubungan Indonesia-Singapura memiliki kontribusi penting dalam menjaga stabilitas, pertumbuhan ekonomi, dan kemakmuran kawasan Asia Tenggara.
Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong (NTVnews)