Global Sumud Flotilla Sebut Israel Masih Serang Armada Bantuan Menuju Gaza

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Mei 2026, 08:55
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Armada Global Sumud Flotilla 2026 Spring Mission saat berangkat dari marina di Augusta, Pulau Sisilia, Italia, pada Minggu (26/4/2026). (ANTARA/Anadolu/Barış Seçkin/pri) Armada Global Sumud Flotilla 2026 Spring Mission saat berangkat dari marina di Augusta, Pulau Sisilia, Italia, pada Minggu (26/4/2026). (ANTARA/Anadolu/Barış Seçkin/pri) (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla melaporkan kapal militer Israel masih melakukan penyerangan dan menaiki kapal-kapal bantuan mereka di perairan internasional saat konvoi menuju Jalur Gaza.

"Pencegatan berlanjut. Kapal-kapal militer Israel saat ini secara ilegal menaiki armada kami. Kami berada dalam siaga tinggi saat terus menuju Gaza. Kami menolak untuk diintimidasi," demikian pernyataan Global Sumud Flotilla pada Selasa, 19 Mei 2026.

Penyelenggara misi kemanusiaan tersebut menyebut 10 kapal bantuan berhasil lolos dari serangan Israel selama 22 jam di perairan internasional dan tetap melanjutkan pelayaran menuju Gaza.

"Kapal-kapal tersebut kini hanya berjarak 121 mil laut dari pantai Gaza," lanjut pernyataan itu.

Sebelumnya, media Israel Walla melaporkan militer Israel telah menyita lebih dari 40 kapal dari total 54 kapal yang ikut dalam armada tersebut serta menahan sekitar 300 aktivis.

Insiden itu menjadi serangan kedua Israel terhadap armada bantuan dalam kurun lebih dari 24 jam setelah militer Israel lebih dulu menyerang konvoi kemanusiaan tersebut pada Senin, 18 Mei 2026 di perairan internasional.

Baca Juga: Israel Cegat 40 Kapal Konvoi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza

Armada yang terdiri dari 54 kapal itu diketahui berangkat dari distrik Marmaris, Turki, pada Kamis, 14 Mei 2026 dalam upaya menembus blokade Israel terhadap Gaza yang telah berlangsung sejak 2007.

Sebelumnya pada akhir April, militer Israel juga dilaporkan menyerang kapal-kapal flotilla di dekat Pulau Kreta, Yunani. Saat itu, konvoi membawa 345 peserta dari 39 negara, termasuk warga negara Turki.

Pasukan Israel disebut menyita 21 kapal yang mengangkut sekitar 175 aktivis, sementara kapal lainnya melanjutkan perjalanan menuju wilayah perairan Yunani.

Israel kemudian membebaskan sebagian besar aktivis di perairan internasional, kecuali dua orang aktivis asal Spanyol dan Brasil yang sempat dibawa ke pusat penahanan di Israel sebelum akhirnya dideportasi.

Saat ini sekitar 2,4 juta warga Palestina, termasuk sekitar 1,5 juta pengungsi, dilaporkan hidup dalam kondisi kemanusiaan yang memburuk di Gaza.

Baca Juga: Kedubes Palestina Kecam Israel atas Pencegatan Global Sumud Flotilla

Situasi tersebut diperparah oleh perang yang telah berlangsung selama dua tahun dan disebut menyebabkan lebih dari 72.700 orang tewas serta lebih dari 172.700 lainnya terluka, yang sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak.

Meskipun gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025, Israel disebut masih membatasi akses bantuan kemanusiaan dan terus melancarkan serangan harian yang menurut otoritas setempat telah menewaskan 877 warga Palestina dan melukai 2.602 lainnya.

(Sumber: Antara)

x|close