Ntvnews.id, Kroasia - Pesawat Airbus A220-300 milik Croatia Airlines mengalami insiden di Bandara Split, Kroasia, pada Sabtu, 16 2026, sore waktu setempat. Penerbangan OU412 dengan rute Split–Frankfurt tersebut tergelincir keluar landasan saat proses lepas landas berlangsung.
Pesawat dengan registrasi 9A-CAN itu sempat mencapai kecepatan sekitar 131 knot sebelum pilot memutuskan untuk membatalkan proses take-off. Setelah keputusan tersebut, pesawat akhirnya berhenti di area samping landasan pacu.
Dalam keterangan resminya, Croatia Airlines menyebut terdapat 130 penumpang dan lima awak di dalam pesawat, termasuk dua pilot dan tiga awak kabin. Seluruh penumpang dan kru dinyatakan selamat tanpa adanya laporan cedera.
"Pesawat Airbus A220-300 Croatia Airlines, registrasi 9A-CAN, yang dijadwalkan mengoperasikan penerbangan internasional reguler hari ini OU412 dari Split ke Frankfurt, membatalkan lepas landas di Bandara Split. Semua penumpang dan awak pesawat aman, dan tidak ada laporan cedera," pernyataan maskapai dikutip dari Croatia Week, Rabu, 20 Mei 2026.
Baca Juga: Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Berbasis Digital
Manajemen maskapai menegaskan bahwa keputusan pembatalan lepas landas dilakukan sesuai dengan prosedur keselamatan yang berlaku.
Usai insiden, seluruh penumpang dievakuasi dari pesawat dan diarahkan ke terminal untuk mendapatkan bantuan serta melanjutkan perjalanan mereka.
Croatia Airlines juga menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pengelola Bandara Split, layanan darurat, dan otoritas penerbangan terkait. Fokus utama saat ini adalah keselamatan penumpang dan awak, sementara penyelidikan penyebab insiden masih berlangsung.
Sementara itu, tim layanan darurat dikerahkan untuk menangani evakuasi pesawat dan melakukan pemeriksaan awal terkait penyebab kejadian. Otoritas penerbangan sipil Kroasia turut telah menerima laporan insiden tersebut.
Akibat kejadian ini, operasional Bandara Split sempat terganggu. Setelah pesawat berhasil dipindahkan dari landasan, aktivitas penerbangan kembali dibuka pada sore hari. Sejumlah penerbangan dibatalkan dan sebagian lainnya dialihkan ke bandara lain, dengan potensi keterlambatan masih terjadi hingga malam hari.
Ilustrasi Pesawat (pixabay)