Singapura Batasi Penumpang Hanya Boleh Bawa Dua Power Bank di Pesawat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Apr 2026, 07:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi power bank Ilustrasi power bank ((Antara) )

Ntvnews.id, Singapura - Pemerintah Singapura akan memberlakukan aturan baru terkait barang bawaan penumpang pesawat mulai 15 April 2026. Dalam kebijakan ini, setiap penumpang hanya diperbolehkan membawa maksimal dua power bank saat berada di dalam pesawat.

Ketentuan tersebut telah dikonfirmasi oleh Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS) pada Senin, 6 April 2026, Apabila penumpang kedapatan membawa lebih dari dua power bank, maka kelebihan perangkat tersebut wajib diserahkan kepada petugas sebelum proses boarding.

Selain pembatasan jumlah, penumpang juga dilarang mengisi ulang daya power bank selama penerbangan. Bahkan, penggunaan power bank untuk mengisi perangkat elektronik lain juga tidak dianjurkan saat pesawat berada di udara.

Kebijakan ini merupakan bagian dari penyesuaian aturan keselamatan penerbangan yang mengacu pada pedoman terbaru dari International Civil Aviation Organization (ICAO) yang diperbarui pada 2 April lalu. Langkah tersebut diambil untuk meminimalkan potensi bahaya, terutama risiko kebakaran akibat baterai lithium-ion yang terdapat dalam power bank jika mengalami kerusakan.

"Persyaratan terbaru ICAO untuk maksimal dua power bank per penumpang, pembatasan pengisian daya, dan penggunaan power bank di atas pesawat bertujuan untuk mengurangi risiko kebakaran sambil memenuhi kebutuhan perjalanan penumpang," kata pihak CAAS dalam sebuah pernyataan, mengutip Independent, Jumat, 10 April 2026.

Baca Juga: Power Bank Meledak, Pria Alami Luka Bakar dan 150 Penumpang Pesawat Dievakuasi

Dalam penerapannya, CAAS bekerja sama dengan berbagai maskapai dan pemangku kepentingan agar aturan ini dapat berjalan dengan lancar. Maskapai penerbangan juga akan secara bertahap memberikan informasi kepada penumpang terkait kebijakan baru tersebut.

"Dalam konsultasi dengan maskapai penerbangan, CAAS akan memberikan waktu bagi maskapai penerbangan untuk melakukannya. Bagi penumpang untuk membiasakan diri dan persyaratan berlaku mulai dari 15 April 2026. Sementara itu, petugas layanan penumpang dan pemeriksaan keamanan akan dilatih," jelasnya lebih lanjut.

Sebagai bagian dari sosialisasi, aturan ini akan dipasang di berbagai titik strategis di bandara agar mudah diketahui oleh para penumpang. Sementara itu, ketentuan lain yang sudah berlaku sebelumnya terkait kapasitas dan persyaratan power bank tetap diberlakukan.

Ilustrasi power bank <b>((Antara) )</b> Ilustrasi power bank ((Antara) )

"Persyaratan baru akan membantu mengurangi risiko kebakaran yang disebabkan oleh power bank di atas pesawat. Kami mendesak semua penumpang untuk membiasakan diri dan mematuhi persyaratan baru, demi keselamatan sendiri dan keselamatan penumpang lain," kata Direktur Standar Penerbangan CAAS Foong Ling Huei.

Sebelumnya, sejak 1 April 2025, Singapore Airlines juga telah melarang penggunaan maupun pengisian daya power bank selama penerbangan. Kebijakan ini diambil menyusul sejumlah insiden kebakaran yang melibatkan power bank di kabin pesawat.

Tak hanya itu, Lufthansa Group juga menerapkan kebijakan serupa pada awal tahun ini. Sejumlah maskapai dari berbagai negara pun mulai mengikuti langkah tersebut demi meningkatkan keselamatan penerbangan.

x|close