Hujan Lebat di Bandara Soetta, Penerbangan Banyak Go Around dan Dialihkan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Apr 2026, 16:52
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Cuaca buruk yang melanda Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin (6/4/2026) siang berdampak luas terhadap operasional penerbangan. Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai potensi windshear membuat sejumlah pesawat mengalami gangguan, terutama saat proses pendaratan.

Berdasarkan data dari Airport Operation Control Center (AOCC), kondisi cuaca ekstrem tersebut memaksa 12 penerbangan dialihkan ke bandara lain. Selain itu, 14 penerbangan harus melakukan holding atau berputar di udara, sementara 13 lainnya melakukan go around atau membatalkan pendaratan untuk mencoba kembali. Bahkan, satu penerbangan dilaporkan kembali ke apron (Return to Apron/RTA) sebagai langkah pengamanan.

Situasi ini menunjukkan betapa signifikan dampak cuaca terhadap keselamatan penerbangan. Prosedur seperti holding dan go around dilakukan sebagai bagian dari standar operasional untuk memastikan pesawat dapat mendarat dalam kondisi aman di tengah cuaca yang tidak bersahabat.

Baca Juga: Atap Terminal 3 Soekarno-Hatta Jebol Saat Hujan Lebat, Penumpang Terganggu

Pihak pengelola bandara menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama AirNav Indonesia, maskapai, serta seluruh pemangku kepentingan guna menjaga operasional tetap terkendali.

Di tengah gangguan tersebut, fasilitas sisi udara seperti runway, taxiway, dan apron dipastikan tetap dalam kondisi baik dan dapat digunakan secara normal tanpa adanya genangan yang menghambat pergerakan pesawat.

Namun, dampak cuaca ekstrem tidak hanya dirasakan di udara. Di area terminal, tepatnya di Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3, sempat terjadi gangguan pada bagian atap akibat hujan deras.

Baca Juga: Warga Cirebon Digegerkan Pria Ditemukan Tewas di dalam Xpander

“Kondisi gangguan di satu titik atap tersebut berlangsung kurang lebih selama 5 menit. Petugas operasional bandara langsung melakukan penanganan, termasuk pembersihan dan pembatasan area terdampak, sehingga kondisi dapat segera dikendalikan. Saat ini area tersebut dalam kondisi bersih dan situasi telah kembali kondusif, dengan operasional bandara tetap berjalan lancar,” ujar Yudistiawan.

Pihak bandara juga memastikan bahwa pengawasan terhadap seluruh fasilitas dilakukan selama 24 jam. Jika terdeteksi potensi gangguan, area terkait akan segera disterilisasi untuk meminimalkan risiko terhadap penumpang maupun pekerja.

Sebagai langkah antisipasi, penumpang diimbau untuk terus memantau informasi jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai atau layar informasi di bandara, serta datang lebih awal guna menghindari kendala akibat perubahan jadwal yang dipicu kondisi cuaca.

x|close