Ntvnews.id, Jakarta - Banjir masih menjadi momok bagi warga Jakarta Timur. Hingga Minggu pagi, genangan air dilaporkan belum sepenuhnya surut dan masih merendam puluhan wilayah permukiman.
Berdasarkan data dari BPBD DKI Jakarta, tercatat sebanyak 46 Rukun Tetangga (RT) masih terdampak banjir dengan ketinggian air berkisar 30 hingga 80 sentimeter. Kondisi ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu (21/3).
Kepala Pelaksana BPBD, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh kombinasi curah hujan tinggi dan meluapnya sejumlah aliran sungai. Di antaranya adalah Kali Cipinang, Kali Cilangkap, serta Kali Sunter.
Baca Juga: Sejumlah Wilayah Depok Kebanjiran, KDM Diminta Turun Tangan
Tercatat, sejumlah pos pantau mengalami peningkatan status siaga, seperti Pos Pesanggrahan dan Cipinang Hulu yang berada di status Siaga 3 sejak pukul 18.00 WIB. Sementara itu, Pos Sunter Hulu bahkan sempat menyentuh status Siaga 2, menandakan kondisi yang perlu diwaspadai.
Sebaran wilayah terdampak banjir di Jakarta Timur meliputi:
Cilangkap: 5 RT
Munjul: 2 RT
Cibubur: 6 RT
Ciracas: 16 RT
Cipinang Muara: 2 RT
Dukuh: 5 RT
Cipinang Melayu: 6 RT
Baru: 1 RT
Pekayon: 2 RT
Upaya penanganan terus dilakukan. BPBD bersama dinas terkait seperti Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, hingga Gulkarmat telah diterjunkan untuk melakukan penyedotan air dan memastikan saluran air berfungsi optimal.
Warga pun diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Dalam kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan 112 yang aktif selama 24 jam.
Sumber: Antara
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur (Jaktim) mengevakuasi dua warga dalam kondisi sakit saat banjir di kawasan Pekayon, Pasar Rebo, Sabtu (21/3/2026) malam. (Dok.Antara)