Ntvnews.id, Jakarta - Banjir melanda sejumlah wilayah Kota Depok, Jawa Barat, kemarin malam. Banjir selama kurang lebih 3 jam itu, terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi.
Banjir mengakibatkan rumah-rumah warga terendam banjir, terutama di wilayah Kecamatan Cimanggis dan Sukmajaya. Ratusan KK terdampak oleh banjir di wilayah Kota Depok.
Banjir bukan cuma membuat sejumlah barang di rumah-rumah warga seperti elektronik hingga kasur mengalami kerusakan, namun juga menghanyutkan kendaraan roda empat.
Banjir yang terjadi di Depok ternyata bukan kali ini saja terjadi. Selama kurun waktu puluhan tahun, banjir masih terus terjadi.
Karenanya warga berharap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM), turun tangan mengatasi banjir, utamanya di wilayah perumahan Bukit Cengkeh.
"Selamat malam Pak KDM, seperti ini kondisinya sekitar pukul 19.00 di Bukit Cengkeh 2 Keluruhan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok," ujar salah seorang warga, seraya memperlihatkan jalan perumahan digenangi banjir hampir sedada orang dewasa, dalam unggahan akun Instagram @depok24jam, dilihat Minggu, 22 Maret 2026.
"Warga Bukit Cengkeh 2 mendapat harta karun atau musibah banjir yang sudah berlangsung puluhan tahun, namun pemerintah setempat tidak mampu menyelesaikan," sambungnya.
Warga Depok berharap KDM mampu menuntaskan permasalahan banjir di wilayah Kota Depok, yang diperkirakan terjadi lantaran sungai tidak dibenahi secara optimal. Menurut dia, banjir yang terjadi bertahun-tahun sangat merugikan warga.
"Kami sebagai warga menjadi korban banjir yang merusak usaha, tempat tinggal, alat-alat elektronik, dan lain-lain," ucapnya.
Banjir di Depok sendiri berlangsung di Komplek Bukit Cengkeh 2, Tugu, Cimanggis, Lembah Depok Kelurahan Abadijaya Kecamatan Sukmajaya RW 24 dan RW 25, Mekarsari Cimanggis, Ratujaya Cipayung, serta Pondok Mandala Cimanggis.
Kemudian, Stasiun Depok Baru dan Tol Jagorawi KM 12 arah Depok-Jakarta juga sempat dilanda banjir.
Banjir di Komplek Bukit Cengkeh 2, Depok. (Instagram)