Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas (lalin) guna mengantisipasi lonjakan kendaraan kala arus balik Lebaran 2026. Rekayasa lalin seperti one way, contraflow, hingga ganjil genap akan diberlakukan di sejumlah ruas tol utama. Arus balik Lebaran diprediksi puncaknya terjadi pada 24 Maret 2026.
Adapun untuk sistem one way (satu arah) arus balik, akan dilaksanakan pada 23 Maret 2026 pukul 12.00 WIB, hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB. Lokasinya mulai dari Km 421 Tol Semarang-Solo hingga Km 70 Tol Jakarta-Cikampek
Lalu sistem contraflow (lajur pasang surut), dilaksanakan pada Senin, 23 Maret 2026 pukul 14.00 WIB hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB. Lokasinya mulai dari KM 70 Cikampek hingga KM 47 Karawang Barat.
Kemudian, contraflow juga diberlakukan pada Selasa, 24 Maret 2026 pukul 14.00–19.00 WIB dan Minggu, 29 Maret 2026 pukul 14.00–19.00 WIB. Lokasinya KM 21 hingga KM 8 Jagorawi.
Untuk sistem ganjil genap, dijalankan pada Senin, 23 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB. Lokasinya mulai KM 414 Tol Semarang-Batang hingga KM 47 Tol Jakarta-Cikampek. Lalu, KM 98 hingga KM 31 Tol Tangerang-Merak.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, mengingatkan masyarakat yang akan kembali ke Jakarta atau kota asal keberangkatan, untuk menghindari waktu yang diprediksi menjadi puncak arus balik.
"Yang harus diingat adalah kami mengimbau masyarakat untuk menghindari waktu puncak arus balik yang diprediksi pada tanggal 24 Maret 2026," kata Aan, Jumat, 20 Maret 2026.
Suasana penerapan sistem satu arah atau one way di Jalan Tol Cipali Cirebon, Jawa Barat, Selasa 17 Maret 2026. ANTARA/Fathnur Rohman. (Antara)