Tak Mudik Lebaran, Prajurit TNI di Papua Tetap Siaga

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Mar 2026, 09:44
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Mayjen TNI Lucky Avianto bersama keluarga dan prajurit, saat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Mayjen TNI Lucky Avianto bersama keluarga dan prajurit, saat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Ntvnews.id, Jakarta - Mayjen TNI Lucky Avianto memastikan seluruh prajurit TNI khususnya di Kodam XXIV/Mandala Trikora Papua Selatan, memilih tidak mudik Lebaran dan tetap bersiaga di posnya masing-masing.

Bukan tahun ini saja, Lucky yang bakal menyandang pangkat Letnan Jenderal TNI setelah ditunjuk sebagai Pangkogabwilhan III oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subianto ini, mengungkapkan jika sebagaian besar personel TNI telah beberapa kali merayakan Lebaran bersama sesama prajurit, dan warga Papua di ufuk timur Indonesia.

“Meski ada atau diberi kesempatan untuk pulang Lebaran di kampung halaman, Prajurit TNI termasuk yang bertugas di Kodam XXIV/Mandala Trikora Papua Selatan memilih tidak mudik, bahkan sebagian besar belum mudik sejak beberapa tahun lalu,” kata Lucky, Sabtu, 21 Maret 2026. 

Peraih Adhi Makayasa Akademi Militer tahun 1996 yang juga mendapatkan penghargaan Vira Jati atau perwira siswa (pasis) terbaik Seskoad di tahun 2011 ini, juga memilih merayakan Lebaran bersama seluruh personel TNI dan masyarakat sekitar Masjid Masjid At -Taqwa, yang berada di Makodam XXIV/Mandala Trikora, Provinsi Papua Selatan.

Meski dirayakan dengan sangat sederhana, jenderal TNI yang menjadi momok bagi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua atau TPNPB-OPM ini, memastikan setiap prajurit TNI di Bumi Cendrawasih tetap merasakan hangatnya Lebaran meski jauh dari keluarga.

“Makna Lebaran bagi prajurit TNI di Papua memiliki dimensi yang jauh lebih dalam daripada sekadar perayaan hari raya. Di tengah penugasan yang penuh tantangan, jauh dari keluarga dan kampung halaman, Lebaran menjadi simbol keteguhan hati, pengabdian, dan persaudaraan,” tutur Lucky.

Bagi prajurit, lanjut Lucky, Lebaran bukan hanya tentang berkumpul dengan keluarga, melainkan tentang menguatkan rasa kebersamaan dengan rekan seperjuangan dan masyarakat sekitar.

Di tanah Papua, para personel TNI berbaur lalu merekat kuat dengan masyarakat layaknya sebuah keluarga, berbagi cerita, makanan sederhana, hingga doa bersama untuk mengobati rindu dengan sanak saudara dikampung halaman.

“Lebaran bagi personel TNI, sejatinya bukan sekadar pulang ke rumah, tetapi tentang menjadikan setiap tempat tugas sebagai rumah, dan setiap rakyat sebagai keluarga,” tegas peraih penghargaan Wira Adhi Nugraha atau lulusan terbaik Dikreg Sesko TNI tahun 2019 ini.

Lebih lanjut, Lucky menyebut Lebaran menjadi momentum refleksi diri. Di mana dalam sunyi pos penjagaan atau di balik tugas pengamanan wilayah, prajurit dapat merenungkan makna pengorbanan, bahwa tugas menjaga kedaulatan negara adalah bentuk nyata pengabdian tertinggi kepada bangsa, dan juga menjadi ladang ibadah untuk bekal diakhirat kelak.

Di sisi lain, Lucky menilai Lebaran menjadi jembatan kemanusiaan antara prajurit dan masyarakat Papua. Momen ini sering dimanfaatkan untuk mempererat hubungan, berbagi kebahagiaan dengan warga sekitar, menunjukkan bahwa kehadiran TNI bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai saudara dan pelindung rakyat Papua.

Di tanah Papua, Lebaran juga dimaknai sebagai ikrar kesetiaan kepada Merah Putih, mengingat rindu terhadap keluarga tidak melemahkan semangat prajurit TNI, namun justru menjadi bahan bakar pengabdian personel TNI untuk NKRI.

Menurut peraih penghargaan akademik peserta terbaik TNI AD di PPSA XXIV Lemhannas tahun 2023 ini, setiap takbir yang berkumandang di pos-pos penjagaan adalah pengingat bagi prajurit TNI, bahwa tugas menjaga negeri adalah bagian dari ibadah suci.

“Lebaran di Papua adalah bukti bahwa di setiap jengkal tanah Indonesia, ada prajurit TNI yang setia berdiri, menjaga negeri, mengawal persatuan, dan memastikan Merah Putih tetap berkibar,” pungkas Lucky.

x|close