2 Relawan Dompet Dhuafa Ditawan Israel Saat Misi Kemanusiaan ke Gaza

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Mei 2026, 07:46
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
2 Relawan Dompet Dhuafa Herman Budianto dan Ronggo Wirasanu Ditangkap Israel 2 Relawan Dompet Dhuafa Herman Budianto dan Ronggo Wirasanu Ditangkap Israel (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Dua warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan menuju Gaza dilaporkan ikut ditahan militer Israel. Keduanya adalah delegasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dari Dompet Dhuafa, Herman Budianto dan Ronggo Wirasanu, yang berada di atas kapal Zefiro saat armada kemanusiaan dicegat.

Informasi tersebut disampaikan Dompet Dhuafa melalui unggahan resmi mereka pada Selasa (19/5/2026). Organisasi kemanusiaan itu meminta dukungan publik sekaligus mendorong pemerintah Indonesia mengambil langkah diplomatik untuk membebaskan para delegasi Indonesia yang kini berada dalam penahanan.

"Mohon doa dan dukungan dan sampaikan kepada Pemerintah Indonesia untuk bertindak membebaskan seluruh delegasi Indonesia yang diculik Zionis Israel," demikian pernyataan Dompet Dhuafa.

Kapal yang ditumpangi Herman dan Ronggo merupakan bagian dari Global Sumud Flotilla, armada bantuan internasional yang membawa misi kemanusiaan bagi warga Gaza. Namun, dalam perjalanan, kapal tersebut dilaporkan dihentikan secara paksa oleh militer Israel saat berada di wilayah perairan internasional.

Penyelenggara misi mengecam keras tindakan tersebut. Mereka menilai pencegatan terhadap armada bantuan kemanusiaan merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional, terlebih karena para relawan disebut tengah menjalankan misi sipil untuk membuka akses bantuan ke Gaza.

Baca Juga: PNBP Per April Tumbuh 20 Persen, Salah Satunya Berkat Denda Administratif Satgas PKH

"SOS: pendudukan Israel sekali lagi secara ilegal dan keras mencegat armada internasional kapal kemanusiaan kami dan menculik relawan kami saat mereka menjalankan misi sah untuk memutus blokade ilegal di Gaza dan membuka koridor kemanusiaan," demikian pernyataan resmi Global Sumud Flotilla.

Para aktivis juga mendesak negara asal relawan untuk memberikan perlindungan terhadap warga negaranya. Selain itu, mereka meminta negara tempat kapal terdaftar mengambil langkah hukum atas tindakan yang mereka sebut sebagai bentuk pembajakan di laut internasional.

"Kami geram dengan normalisasi pelanggaran hukum maritim internasional ini dan penculikan warga sipil yang damai di perairan internasional. Kami menuntut pembebasan segera para peserta kami, jalur aman bagi seluruh armada kami, dan pengakhiran blokade ilegal di Gaza," tegas mereka.

Sebelumnya, Steering Committee Indonesia di Command Center Istanbul, Dr. Maimon, sempat menyatakan Herman dan Ronggo tidak mengalami penculikan. Namun perkembangan terbaru menunjukkan keduanya kini masuk dalam daftar WNI yang ditahan militer Israel.

Dengan bertambahnya Herman dan Ronggo, jumlah WNI yang dilaporkan ditahan dalam insiden ini semakin bertambah. Sebelumnya, nama-nama seperti Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat, Thoudy Badai Rifanbillah dan Bambang Noroyono dari Republika, Rahendro Herubowo dari iNews, hingga Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo lebih dulu dilaporkan berada dalam penahanan.

x|close