Ntvnews.id, Jakarta - Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menegaskan seluruh perwakilan Indonesia terkait berada dalam kondisi siaga penuh menyusul penangkapan tujuh warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam armada Global Sumud Flotilla (GSF) oleh pasukan Israel.
"Perwakilan RI terkait dalam posisi siaga penuh untuk segera menindaklanjuti setiap perkembangan di lapangan," kata Yvonne.
Ia menambahkan, Kementerian Luar Negeri bersama perwakilan RI di luar negeri terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan situasi para WNI yang berada dalam misi kemanusiaan tersebut.
"Kementerian Luar Negeri melalui Perwakilan RI akan terus memantau situasi, melakukan verifikasi posisi dan kondisi para WNI, serta menyiapkan langkah-langkah pelindungan yang dibutuhkan." jelasnya.
Baca Juga: Kemenkes Tegaskan Belum Ditemukan Kasus Ebola di Indonesia
Dari total sembilan WNI yang mengikuti pelayaran Global Sumud Flotilla, tujuh di antaranya dilaporkan ditangkap militer Israel. Sementara dua WNI lainnya masih berada di kapal Kasr 1 Sadabat.
Menurut Yvonne, kondisi di lapangan masih sangat dinamis dan berisiko tinggi bagi para relawan yang masih berada di laut.
"Situasi di lapangan masih sangat dinamis. Kedua WNI yang masih berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi rawan dan sewaktu-waktu dapat mengalami intersepsi atau penangkapan oleh militer Israel," kata Yvonne.
Pasukan Israel diketahui mencegat armada Global Sumud Flotilla di perairan internasional dalam beberapa hari terakhir. Ratusan relawan kemanusiaan dilaporkan ditahan dalam operasi tersebut, termasuk tujuh WNI yang ikut dalam misi menembus blokade Gaza.
Ketujuh WNI yang ditangkap yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV, Rahendro Herubowo dari iNews, Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat, serta Ronggo Wirasanu dan Herman Budianto dari Dompet Dhuafa.
Mereka berlayar bersama Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), delegasi nasional Indonesia yang tergabung dalam inisiatif Global Sumud Flotilla.
Sementara itu, situs resmi pelacakan armada GSF menunjukkan sejumlah kapal dicegat di wilayah barat Siprus.
GSF juga mendesak pemerintah dunia segera mengambil tindakan untuk menghentikan apa yang mereka sebut sebagai aksi ilegal dan pembajakan yang dilakukan Israel guna mempertahankan pengepungan di Gaza.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Yvonne Mewengkang (Tangkapan Layar)