Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Irak membantah tuduhan bahwa tiga drone yang memasuki wilayah udara Arab Saudi diluncurkan dari wilayahnya. Otoritas Baghdad menegaskan sistem pertahanan udara mereka tidak mendeteksi adanya aktivitas peluncuran drone seperti yang diklaim Riyadh.
Sebelumnya, juru bicara Kementerian Pertahanan Arab Saudi, Turki al-Maliki, mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara negaranya berhasil mencegat dan menembak jatuh tiga drone yang terdeteksi masuk ke wilayah udara Saudi dari arah Irak.
Al-Maliki menegaskan bahwa Saudi “berhak untuk merespons pada waktu dan tempat yang tepat”.
Menanggapi tuduhan tersebut, Kementerian Luar Negeri Irak menyatakan bahwa pemerintah telah membuka penyelidikan untuk mengetahui fakta di balik insiden itu.
Baca Juga: Makanan Siap Santap hingga Tim Khusus Disiapkan Jelang Puncak Haji
Hasil investigasi awal, menurut Baghdad, menunjukkan bahwa sistem pertahanan udara dan pengawasan Irak tidak menemukan adanya aktivitas peluncuran drone dari wilayah negara tersebut.
Irak juga meminta Arab Saudi untuk bekerja sama dalam mengklarifikasi insiden tersebut dengan membagikan informasi yang relevan agar kedua negara memperoleh data yang akurat.
Kementerian Luar Negeri Irak menyebut langkah itu penting guna “membantu memastikan informasi yang akurat yang akan memperkuat keamanan dan stabilitas di kedua negara yang bersaudara”.
Hingga kini belum ada kelompok ataupun milisi di Irak yang mengaku bertanggung jawab atas dugaan serangan drone tersebut.
Baca Juga: Dasco Minta BEI Perkuat Regulasi demi Kenyamanan Investor Lokal
Ketegangan di kawasan sendiri meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari lalu, sebelum akhirnya diumumkan gencatan senjata.
Dalam periode itu, kelompok-kelompok bersenjata Irak yang didukung Teheran disebut ikut terlibat untuk membantu Iran. Milisi-milisi pro-Iran tersebut menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di Irak dan kawasan sekitarnya, termasuk di negara-negara Teluk.
Situasi tersebut mendorong Arab Saudi bersama negara-negara Teluk lainnya, yakni Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, serta Yordania, mengeluarkan pernyataan bersama bulan lalu yang mendesak Irak segera mengambil langkah untuk mencegah serangan dari wilayahnya oleh kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Iran.
Di tengah meningkatnya tekanan regional itu, pemerintah Irak kembali menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan wilayahnya digunakan sebagai titik peluncuran serangan terhadap negara lain.
Ilustrasi Drone Perang (mehrnews.com)