Ntvnews.id, Moskow - Sebuah kilang minyak di wilayah Tyumen, Rusia, dilanda kebakaran pada Sabtu, 25 Juli 2026 setelah sebuah drone jatuh di area kompleks tersebut, menurut keterangan otoritas setempat.
Dilansir dari Anadolu Agency, Minggu, 26 Juli 2026, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kemudian mengonfirmasi bahwa fasilitas tersebut memang menjadi sasaran serangan pasukan Ukraina.
Gubernur Tyumen Aleksandr Moor mengatakan tim layanan darurat telah diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api dan memastikan situasi tetap terkendali.
Melalui unggahannya di platform X, Zelensky menyatakan serangan semalam tidak hanya menyasar Tyumen, tetapi juga sejumlah wilayah lain di Rusia.
Ia mengatakan operasi tersebut menghantam sebuah pabrik di Kirov yang diklaim memasok komponen untuk industri persenjataan Rusia, fasilitas logistik di Yekaterinburg, serta depot bahan bakar di Rostov-on-Don.
Zelensky juga mengklaim Ukraina memperoleh hasil yang sangat kuat melalui serangan jarak jauh di kawasan Laut Kaspia. Menurutnya, serangan itu menargetkan kapal yang disebut digunakan untuk mengangkut kargo militer terkait Iran, termasuk sebuah kapal perang.
Namun, klaim tersebut hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen.
Baca Juga: Iran Klaim Hancurkan Gudang Senjata dan Drone AS
Sepanjang tahun ini, serangan drone Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia terus meningkat. Berdasarkan laporan Oxford Institute for Energy Studies, sebanyak 24 dari total 34 kilang minyak di Rusia telah menjadi sasaran serangan drone Ukraina sepanjang 2026.
Hingga pertengahan Juni, sekitar sepertiga kapasitas pengolahan minyak Rusia diperkirakan tidak beroperasi akibat dampak serangan tersebut.
Rentetan serangan itu juga mendorong pemerintah Rusia beberapa kali menerapkan pembatasan guna menjaga stabilitas pasokan bahan bakar di dalam negeri.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui bahwa serangan terhadap fasilitas energi telah berkontribusi terhadap kelangkaan bahan bakar. Meski demikian, ia menegaskan kondisi tersebut masih berada di bawah kendali pemerintah Rusia.
Arsip foto - Asap mengepul setelah serangan drone Iran menghantam tangki bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait, 1 April 2026. (Antara)