Houthi Luncurkan Serangan Rudal ke Arab Saudi sebagai Aksi Balasan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jul 2026, 08:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Arsip foto - Seorang pengunjuk rasa memegang model rudal Houthi selama protes terhadap serangan Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza serta sanksi yang dipimpin AS terhadap kelompok Houthi di Sanaa, Yaman (16/2/2024). ANTARA/Xinhua/Mohammed Moham Arsip foto - Seorang pengunjuk rasa memegang model rudal Houthi selama protes terhadap serangan Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza serta sanksi yang dipimpin AS terhadap kelompok Houthi di Sanaa, Yaman (16/2/2024). ANTARA/Xinhua/Mohammed Moham (Antara)

Ntvnews.id, Riyadh - Kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah meluncurkan serangan rudal ke wilayah Arab Saudi pada Sabtu, 25 Juli 2026. Serangan itu dilakukan hanya beberapa jam setelah Houthi berjanji membalas operasi militer Saudi di tengah meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah.

Sebelumnya, militer Arab Saudi menggempur sejumlah target militer Houthi di Hodeida pada Jumat, 24 Juli 2026 Media yang berafiliasi dengan Houthi melaporkan dua orang terluka akibat serangan tersebut.

Operasi militer Saudi dilakukan setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi serta mengklaim telah menyerang kapal-kapal tanker milik kerajaan tersebut.

Houthi menilai serangan Saudi sebagai eskalasi berbahaya dan menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja.

Dilansir dari AFP, Minggu, 26 Juli 2026, media Ansarollah milik Houthi melaporkan melalui Telegram pada Sabtu pagi bahwa serangan rudal Yaman telah memicu kebakaran di Kota Jizan yang berada di pesisir Laut Merah, Arab Saudi bagian selatan.

Baca Juga: Wujudkan Ketahanan Energi Nasional, Pertamina Hulu Energi Pacu Pertumbuhan Portofolio Eksplorasi Lewat Kolaborasi Global dan Akuisisi Wilayah Kerja Baru

Hingga saat ini, pemerintah Arab Saudi belum memberikan tanggapan resmi atas klaim tersebut.

Namun, otoritas pertahanan sipil Saudi sebelumnya sempat mengeluarkan peringatan kepada warga di Jizan dan Yanbu mengenai adanya potensi bahaya pada Sabtu pagi. Peringatan itu kemudian dicabut beberapa menit setelah diumumkan.

Peringatan serupa diketahui kerap diterbitkan ketika terdapat ancaman serangan rudal atau drone yang mengarah ke wilayah Arab Saudi.

Sebelumnya, koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi menyatakan telah menghancurkan sejumlah fasilitas Houthi yang digunakan untuk mengancam kapal-kapal komersial di Laut Merah. Serangan tersebut disebut sebagai respons atas aksi Houthi terhadap jalur pelayaran internasional.

Kelompok Houthi telah berkonflik dengan pemerintah Yaman sejak 2014. Perang berkepanjangan itu telah menewaskan ratusan ribu orang dan memicu salah satu krisis kemanusiaan terbesar di dunia.

Rangkaian baku tembak terbaru antara kedua pihak juga dinilai berpotensi menggagalkan gencatan senjata yang telah berlaku sejak 2022.

TERKINI

Load More
x|close