Ntvnews.id, Yaman - Kelompok milisi Houthi di Yaman mulai memaksa sejumlah kapal yang berlayar di Laut Merah untuk mengubah rute dan menghindari Selat Bab Al Mandab. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pengumuman Houthi yang menyatakan akan memblokade kapal-kapal komersial yang terkait dengan Arab Saudi.
Kantor berita Saba yang dikelola Houthi, dikutip Kamis, 23 Juli 2026, melaporkan sedikitnya enam kapal di Laut Merah telah mengalihkan jalur pelayaran setelah menerima peringatan dari kelompok tersebut.
Selain itu, enam pejabat Houthi menyebut pihaknya telah mengirimkan peringatan kepada perusahaan-perusahaan pelayaran internasional agar tidak melintasi Selat Bab Al Mandab, yang menjadi pintu masuk selatan menuju Laut Merah di kawasan Semenanjung Arab.
Dalam surat elektronik yang dikirim kepada perusahaan pelayaran, Houthi menegaskan kapal-kapal dilarang melakukan aktivitas bongkar muat di pelabuhan Arab Saudi. Kelompok itu juga memperingatkan bahwa perusahaan yang tetap melanggar larangan tersebut dapat menjadi sasaran di mana saja.
Baca Juga: Kapal Induk Charles de Gaulle Bergerak ke Laut Merah, Prancis Siap Amankan Selat Hormuz
Pengumuman tersebut disampaikan sehari setelah Houthi menyatakan larangan pelayaran maritim yang berkaitan dengan Arab Saudi. Kebijakan ini dinilai berpotensi membuka front baru dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, sekaligus meningkatkan risiko terhadap stabilitas pasokan energi global serta perdagangan internasional di luar kawasan Teluk.
Jika Selat Bab Al Mandab benar-benar ditutup, jalur alternatif penting bagi Arab Saudi menuju Selat Hormuz akan terputus. Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu gangguan distribusi energi dan kekurangan pasokan di sejumlah wilayah.
Arus pelayaran di Laut Merah sendiri hingga kini belum sepenuhnya kembali normal sejak Houthi mulai melancarkan serangan terhadap kapal-kapal di lepas pantai Yaman pada November 2023.
Kelompok Houthi menyatakan kampanye tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina sekaligus sebagai penolakan terhadap perang yang berlangsung di Gaza.
Kapal wisata tenggelam di Laut Merah. (Mapbox)