Klaim Trump soal 57 Nuklir Korut Berbeda dengan Temuan Korea Selatan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Agu 2026, 06:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un meninjau latihan militer yang dilakukan oleh tentara Korea Utara 10 Oktober 2022. Latihan tersebut dilaporkan mencakup peluncuran rudal balistik untuk menguji efektivitas kemampuan nuklir negara itu. Arsip foto - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un meninjau latihan militer yang dilakukan oleh tentara Korea Utara 10 Oktober 2022. Latihan tersebut dilaporkan mencakup peluncuran rudal balistik untuk menguji efektivitas kemampuan nuklir negara itu. (Antara)

Ntvnews.id, Seoul - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut Korea Utara memiliki 57 senjata nuklir. Namun, perkiraan pemerintah Korea Selatan menunjukkan jumlah yang jauh lebih besar.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump ketika mengungkap rencana untuk kembali bertemu dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, pada akhir tahun ini.

"Ya saya akan melakukannya," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih AS, seperti dilansir AFP, Jumat, 21 Agustus 2026.

Trump tidak memerinci rencana pertemuannya dengan Kim. Sejumlah sumber menyebut pertemuan tersebut kemungkinan berlangsung dalam rangkaian kunjungan Trump ke China terkait Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) pada November mendatang.

Baca Juga: Profil Jay Herdman, Anak John Herdman yang Resmi Bergabung dengan Bali United

Dalam kesempatan yang sama, Trump menyatakan Korea Utara telah memiliki 57 senjata nuklir. Ia juga menyinggung kedekatannya dengan Kim Jong Un.

"Dia memiliki 57 senjata nuklir yang sangat kuat. Seharusnya hal itu tidak dibiarkan terjadi... Jika saya presidennya, saya tidak akan membiarkannya," kata Trump, merujuk pada pemimpin Korea Utara tersebut.

"Tapi dia sudah memilikinya. Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengannya. Saya tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Dan saya mengenal Kim Jong Un dengan sangat baik; dia akan baik-baik saja," sambung Trump.

Pernyataan tersebut muncul dua hari setelah Trump memerintahkan pengurangan latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan. Ia menilai latihan tersebut "tidak pantas dan bermusuhan."

Trump juga menjadikan hubungan baiknya dengan Kim sebagai salah satu alasan di balik keputusan tersebut.

Trump dan Kim diketahui telah bertemu sebanyak tiga kali selama periode pertama kepresidenan Trump. Kala itu, Trump bahkan mengatakan keduanya "saling jatuh cinta" setelah saling bertukar "surat-surat yang indah."

Namun, keduanya belum kembali melakukan pertemuan sejak Trump menjalani masa jabatan keduanya.

Korea Selatan Perkirakan Korut Punya Hingga 120 Nuklir

Arsip foto - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri Rapat Pleno ke-10 Komite Sentral ke-8 Partai Pekerja Korea di Pyongyang, Korea Utara, dalam foto tak bertanggal yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat resmi Korea Utara, 2 Juli 2024. ANTARA/KCNA <b>(Antara)</b> Arsip foto - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri Rapat Pleno ke-10 Komite Sentral ke-8 Partai Pekerja Korea di Pyongyang, Korea Utara, dalam foto tak bertanggal yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat resmi Korea Utara, 2 Juli 2024. ANTARA/KCNA (Antara)

Berbeda dengan pernyataan Trump, pemerintah Korea Selatan memperkirakan Korea Utara memiliki sekitar 80 hingga 120 senjata nuklir.

Perkiraan tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Korea Selatan Ahn Gyu Back dalam rapat dengan anggota parlemen pada Kamis, 20 Agustus 2026 waktu setempat. Pernyataan itu dilaporkan AFP dan Reuters.

Ahn menjelaskan bahwa jumlah pasti hulu ledak nuklir yang dimiliki Korea Utara sulit ditentukan.

"Kami biasanya memperkirakan jumlahnya berkisar antara 80 hingga 120, namun sulit untuk menyebutkan angka yang pasti," kata Ahn di hadapan komite parlemen Korsel.

Menurut Ahn, perkiraan tersebut didasarkan pada penilaian sejumlah organisasi terkait. Dengan demikian, estimasi Korea Selatan menunjukkan persediaan senjata nuklir Korea Utara kemungkinan jauh lebih banyak dibandingkan angka 57 yang disebut Trump.

HIGHLIGHT

x|close