China Tolak Tekanan Ekonomi Trump ke Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Agu 2026, 06:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian. /ANTARA/Desca Lidya Natalia. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian. /ANTARA/Desca Lidya Natalia. (Antara)

Ntvnews.id, Beijing - China menentang langkah tekanan ekonomi yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Iran. Beijing menilai persoalan antara pihak-pihak terkait sebaiknya diselesaikan melalui jalur diplomasi.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menegaskan bahwa pemberlakuan sanksi maupun tekanan ekonomi tidak akan membantu meredakan konflik.

“Penerapan sanksi dan tekanan tidak membantu menyelesaikan masalah,” kata Lin kepada wartawan di Beijing, dikutip dari Anadolu Jumat, 21 Agustus 2026.

Ia juga menyerukan agar seluruh pihak terkait mengedepankan sikap yang bertanggung jawab serta mengutamakan pendekatan politik dan diplomatik dalam menyelesaikan persoalan.

“China menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk mengambil langkah yang bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah melalui cara-cara diplomatik dan politik,” ujar Lin.

Pernyataan Beijing tersebut disampaikan sehari setelah Trump mengumumkan apa yang disebutnya sebagai “operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan terhadap negara mana pun”. Kebijakan itu menjadi bagian dari upaya Washington memperketat tekanan terhadap Iran dan membatasi dukungan ekonomi bagi Teheran.

Baca Juga: Menteri PPPA: Belum Semua Parpol Penuhi Kuota 30 Persen Caleg Perempuan

Trump mengatakan AS akan berupaya menghentikan berbagai jalur keuangan dan perdagangan yang dinilai memberikan keuntungan ekonomi bagi Iran.

“Hari ini, saya juga mengumumkan bahwa negara mana pun yang mengizinkan lembaga keuangan, perusahaan, bandara, atau entitas pemerintahnya memberikan segala bentuk bantuan kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang sangat besar,” katanya.

China diketahui menjadi salah satu negara yang mengimpor minyak dalam jumlah besar dari Iran. Karena itu, kebijakan Trump berpotensi memberikan dampak terhadap aktivitas perdagangan antara kedua negara.

Trump secara khusus menyoroti sejumlah aktivitas yang menurutnya harus dihentikan, mulai dari penyelundupan minyak, transaksi keuangan, pengiriman uang tunai, kegiatan perusahaan penukaran valuta asing, pendaftaran kapal hingga penggunaan perusahaan kedok.

“Semua itu harus dihentikan sekarang,” katanya.

Ketegangan antara AS, Israel, dan Iran sendiri meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari. Konflik tersebut dilaporkan menewaskan ribuan orang, sebelum Iran melakukan serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan dan aset Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Dalam perkembangan selanjutnya, Iran menutup akses melalui Selat Hormuz, sementara militer AS memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran.

Meski Washington dan Teheran telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang, aksi saling serang secara berkala masih dilaporkan terjadi.

HIGHLIGHT

x|close