Iran Sebut "Economic D-Day" Trump Pengalihan Isu Krisis AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Agu 2026, 21:30
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (Antara)

Ntvnews.id, Teheran - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa peluncuran kampanye operasi “Hari-H Ekonomi” (Economic D-Day) oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Teheran justru akan memperdalam kekalahan Washington. Langkah tersebut dinilai hanya akan kian memupuk rasa permusuhan rakyat Iran terhadap Amerika Serikat.

Melalui akun media sosial X miliknya pada Kamis, 20 Agustus 2026, Araghchi menyebut klaim gertakan ekonomi tersebut sebagai trik pengalihan isu dari krisis domestik yang tengah menghantui internal AS sendiri.

“‘Hari-H Ekonomi’ yang disebut-sebut itu merupakan pengalihan perhatian dari krisis yang dihadapi Amerika sendiri: utang yang belum pernah terjadi sebelumnya dan biaya bunga yang terus melonjak,” kata Araghchi.

Ia menilai bahwa memaksakan skema kebijakan yang terbukti gagal hanya akan memperbesar tingkat kekalahan AS di mata publik Iran. Ia juga melabeli tindakan AS sebagai "terorisme ekonomi" yang berpotensi mengancam stabilitas finansial global serta kedaulatan berbagai negara.

Sikap keras Teheran ini mengemuka pascapernyataan Trump pada Rabu (19/8), yang mengumumkan peluncuran "operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan terhadap negara mana pun."

Melalui apa yang dia juluki sebagai Economic D-Day, Trump berambisi memutus seluruh akses keuangan dan logistik yang menopang Iran. Ia bahkan secara terbuka mengancam akan menjatuhkan konsekuensi ekonomi berat bagi negara sekutu maupun lembaga asing yang berani memberikan "pintu penyelamat" bisnis bagi pemerintah Iran.

 
(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close