Trump Klaim Punya Jalur Rahasia dengan IRGC untuk Lancarkan Negosiasi AS-Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Agu 2026, 04:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya secara diam-diam menghubungi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai bagian dari upaya memperlancar perundingan antara Washington dan Teheran.

Dalam wawancara eksklusif dengan Fox News, dikutip Rabu, 19 Agustus 2026, Trump menyebut pejabat AS telah berkomunikasi secara langsung dengan sejumlah pejabat IRGC melalui saluran rahasia. Komunikasi tersebut dilakukan untuk membahas kemungkinan tercapainya kesepakatan antara kedua negara.

"Mereka pemain poker yang hebat, tetapi mereka sekarat," ujar Trump ketika menjelaskan komunikasi tersebut.

Pengakuan Trump sekaligus menguatkan laporan Axios sebelumnya yang menyebut pejabat pemerintahan Trump memilih melewati negosiator resmi Iran dan berusaha menjalin komunikasi langsung dengan pimpinan IRGC.

Langkah tersebut dilakukan melalui Presiden Wilayah Kurdistan Irak, Nechirvan Barzani, yang diketahui memiliki hubungan kepercayaan dengan Amerika Serikat maupun Iran.

Berdasarkan informasi dari tiga pejabat AS yang meminta identitasnya dirahasiakan, upaya tersebut menunjukkan kompleksitas Washington dalam bernegosiasi dengan Iran. AS sendiri disebut masih belum sepenuhnya mengetahui siapa yang memiliki kendali utama atas pemerintahan Iran.

Keraguan mengenai kondisi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, turut mendorong penilaian di pihak AS bahwa IRGC memegang pengaruh besar terhadap kekuasaan di Iran.

Baca Juga: Trump Berencana Kurangi Skala Latihan Militer AS-Korsel, Singgung Kim Jong Un

Komunikasi rahasia tersebut berlangsung pada Mei lalu, saat posisi Direktur Intelijen Nasional AS masih ditempati Tulsi Gabbard. Ketika itu, Gabbard menghubungi Barzani dan memintanya menyampaikan pesan kepada Komandan IRGC, Jenderal Ahmad Vahidi.

Gabbard meminta Barzani mengetahui secara langsung apakah Vahidi dan para petinggi IRGC lainnya menyetujui hasil perundingan yang sebelumnya telah dicapai Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Gedung Putih juga ingin mengetahui apakah IRGC memiliki gagasan maupun tuntutan tambahan dalam proses negosiasi tersebut.

Menurut laporan Axios, Barzani menyetujui permintaan Gabbard dan berusaha menghubungi Vahidi secara langsung. Setelah komunikasi terjalin, Vahidi menjawab pertanyaan yang disampaikan Gabbard dan Gedung Putih dengan menyatakan bahwa IRGC memiliki sikap yang sejalan dengan para negosiator Iran.

Salah satu sumber menyebut pemerintahan Trump kemudian meminta Barzani menyediakan tempat untuk pertemuan rahasia antara perwakilan AS dan Iran di Erbil.

Iran tidak sepenuhnya menutup kemungkinan tersebut. Namun, pihak Teheran mengkhawatirkan aspek keamanan karena Israel diketahui memiliki jaringan intelijen yang luas di Irak.

Kekhawatiran keamanan tersebut akhirnya membuat rencana pertemuan rahasia di Erbil tidak pernah terlaksana.

HIGHLIGHT

x|close