Ntvnews.id, Washington - Utang nasional Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya menembus angka 40 triliun dolar AS. Data Departemen Keuangan AS yang dirilis Rabu, 19 Agustus 2026 menunjukkan total kewajiban pemerintah mencapai 40,047 triliun dolar AS hingga Selasa, 18 Agustus 2026.
Jumlah tersebut terdiri atas utang yang dimiliki publik sebesar 32,266 triliun dolar AS dan kepemilikan antarpemerintah sebesar 7,782 triliun dolar AS.
Pencapaian tersebut terjadi lebih cepat dari perkiraan. Kondisi ini berkaitan dengan defisit anggaran pemerintah federal yang terus berlangsung karena belanja negara masih lebih besar dibandingkan penerimaannya.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah AS mengeluarkan dana dalam jumlah besar untuk penanganan pandemi COVID-19. Kebijakan pemotongan pajak dan peningkatan belanja militer turut menambah tekanan terhadap posisi fiskal negara.
Baca Juga: Pembayaran Bunga Utang 2027 Naik 11,7 Persen Tembus Rp650,3 Triliun
Pertumbuhan utang yang cepat juga meningkatkan perhatian di pasar obligasi. Imbal hasil surat utang pemerintah ikut terdorong lebih tinggi. Beban pembayaran bunga yang semakin besar kemudian turut menambah akumulasi utang pemerintah.
Laporan bulanan Departemen Keuangan AS mencatat defisit fiskal pemerintah federal mencapai 1,367 triliun dolar AS selama sembilan bulan pertama tahun fiskal 2026. Tahun fiskal tersebut dimulai pada 1 Oktober 2025.
Pada periode yang sama, pembayaran bunga bersih mencapai 827 miliar dolar AS. Angka tersebut lebih besar dibandingkan belanja pertahanan yang mencapai 713 miliar dolar AS. Posisi pembayaran bunga berada di bawah pengeluaran jaminan sosial yang mencapai 1,244 triliun dolar AS.
Utang federal AS sebelumnya melewati 30 triliun dolar AS pada Januari 2022. Nilainya kemudian menembus 39 triliun dolar AS pada Maret 2026 dan mencapai 39,7 triliun dolar AS pada Juli 2026.
Baca Juga: Bank Indonesia Catat Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.093 Triliun
Sejumlah ekonom dan pengamat fiskal menilai pencapaian utang 40 triliun dolar AS sebagai sinyal meningkatnya risiko terhadap kondisi fiskal AS.
Presiden Komite untuk Anggaran Federal yang Bertanggung Jawab (Committee for a Responsible Federal Budget), Maya MacGuineas, mengatakan terdapat sejumlah indikator yang perlu diperhatikan.
"Tanda-tanda peringatan sedang terlihat "dengan utang publik yang baru-baru ini melebihi ukuran ekonomi kita, rasio defisit terhadap produk domestik bruto (PDB) dua kali lebih tinggi dari seharusnya, dan biaya bunga melampaui anggaran pertahanan nasional kita," kata MacGuineas dalam sebuah pernyataan pada Rabu.
Ia juga menyoroti dampak peningkatan utang terhadap perekonomian dan masyarakat.
"Utang sebesar 40 triliun dolar AS tidak hanya ada di pembukuan pemerintah; utang itu dirasakan di seluruh perekonomian dan pada akhirnya sampai ke kantong masyarakat melalui berbagai cara," kata MacGuineas.
"Semakin banyak kita meminjam, semakin kita memperburuk inflasi, menekan prioritas lain dalam anggaran, dan membuat diri kita rentan terhadap keadaan darurat di dalam negeri dan kekacauan di luar negeri."
Presiden sekaligus CEO Pusat Kebijakan Bipartisan (Bipartisan Policy Center), Margaret Spellings, juga menilai kondisi fiskal AS berada dalam situasi yang sulit.
"Lintasan fiskal kita saat ini jelas tidak berkelanjutan," kata Margaret Spellings, presiden sekaligus CEO Pusat Kebijakan Bipartisan (Bipartisan Policy Center). "Bahkan dalam skenario yang paling optimistis sekalipun, kita sedang melaju menuju tepi jurang dan menolak untuk berbelok arah."
"Utang federal telah meningkatkan biaya hidup dan mencekik pengeluaran serta investasi lainnya, mengancam perekonomian kita dan kemakmuran jangka panjang rakyat Amerika," tambahnya.
Direktur eksekutif kelompok advokasi politik Concord Coalition dan Concord Action Fund, Carolyn Bourdeaux, menyebut angka tersebut sebagai peringatan bagi pemerintah AS.
"Empat puluh triliun dolar AS seharusnya menjadi alarm peringatan. Namun, baik Kongres maupun presiden tidak memiliki rencana yang kredibel untuk menghentikan pertumbuhannya," kata Carolyn Bourdeaux, direktur eksekutif kelompok advokasi politik Concord Coalition dan Concord Action Fund. "Kita berutang kepada generasi mendatang sesuatu yang lebih baik daripada utang yang menghancurkan ini dan janji kosong lainnya bahwa orang lain yang akan menanganinya nanti."
Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Kush Desai mengatakan pemerintahan Presiden AS Donald Trump berkomitmen memperbaiki persoalan fiskal yang diwarisi dari pemerintahan sebelumnya.
"Itulah mengapa pemerintahan Trump berfokus pada pemangkasan pemborosan, penipuan, dan penyalahgunaan dalam pengeluaran federal sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi untuk membuat rasio utang terhadap PDB Amerika kembali ke arah yang benar."
(Sumber: Antara)
Foto ini, yang diambil pada 19 Agustus 2026, menunjukkan utang nasional AS yang melampaui 40 triliun dolar AS, di New York, Amerika Serikat. Utang nasional AS telah melampaui 40 triliun dolar AS, menurut data yang dirilis oleh Departemen Keuangan pada hari Rabu, 19 Agustus 2026. (Antara)