Aljazair Tutup Wilayah Udara untuk Penerbangan UEA

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Sep 2026, 08:45
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Arsip foto - Bendera nasional Aljazair terlihat berkibar Arsip foto - Bendera nasional Aljazair terlihat berkibar (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Aljazair memberlakukan penutupan wilayah udaranya bagi seluruh angkutan udara yang terdaftar di Uni Emirat Arab (UEA), menyusul keputusan negara tersebut memutus hubungan diplomatik dengan UEA pada Kamis, 10 September 2026.

Kementerian Luar Negeri Aljazair melalui Kedutaan Besar Aljazair di Jakarta menyampaikan bahwa kebijakan tersebut mulai berlaku pada Jumat, 11 September 2026 pukul 00.00 waktu setempat.

Langkah itu diambil sebagai bentuk respons Aljazair terhadap tindakan UEA yang dinilai semakin provokatif dan dianggap telah mengganggu kedaulatan serta mencampuri urusan dalam negeri negara tersebut.

Meski ruang udara ditutup, penerbangan sipil komersial UEA yang melayani rute dari dan menuju Bandara Internasional Houari Boumediene di Alger, ibu kota Aljazair, masih memperoleh pengecualian untuk sementara.

Baca JugaPerselisihan Bilateral Meningkat, Aljazair Hentikan Hubungan Diplomatik dengan Uni Emirat Arab

Penerbangan pada rute tersebut tetap dapat berlangsung hingga kontrak operasionalnya berakhir pada akhir 2026.

Keputusan pemutusan hubungan diplomatik dengan UEA juga mendapat dukungan dari sejumlah partai politik utama Aljazair, termasuk Front Pembebasan Nasional (FLN), Gerakan Nasional untuk Demokrasi (RND), dan Front Kekuatan Sosialis (FFS).

Ketiga partai tersebut menilai kedaulatan, martabat, serta keamanan nasional merupakan prinsip yang tidak dapat dikompromikan.

Kantor berita Turki Anadolu melaporkan bahwa Pemerintah Aljazair pada Kamis, 10 September 2026 mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan UEA setelah menyatakan telah "kehabisan langkah" dalam upaya mempertahankan hubungan bilateral kedua negara.

Baca JugaAljazair Siapkan Hukuman Mati bagi Pelaku Pembakaran Hutan

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Aljazair, sebagaimana dikutip Algeria Press Service, menyatakan pihaknya selama ini telah "menahan diri" serta menunjukkan "tanggung jawab yang kuat" dalam menghadapi tindakan yang dinilai "provokatif atau bermusuhan" dari UEA.

"Aljazair telah menggunakan semua cara, dalam semangat menghargai prinsip hubungan antarnegara, untuk mengambil perhatian pihak UAE dan memperingatkan mereka akan konsekuensi serius yang dapat terjadi dari tindakan yang amat disesali dan tak dapat dibenarkan," ujar Kementerian Luar Negeri Aljazair.

(Sumber: Antara)

TERKINI

Load More
x|close